TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
Membina Hubungan
Sekolah Dengan Masyarakat Dalam Melaksanakan Disiplin Sekolah

Oleh:
Sintia Sari 1620237
7.6
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M. Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
201
A.
Membina
Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat Dalam Melaksanakan Disiplin Sekolah
1. Pengertian Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Secara
etimologis, hubungan sekolah dan masyarakat diterjemahkan dari perkataan bahasa
inggris “Public School Relation” yang berarti hubungan sekolah dan masyarakat
adalah sebagai hubungan timbale balik antara organisasi (sekolah) dengan
masyarakat/lingkungan yang terkait.
Hubungan
sekolah dan masyarakat didefinisikan sebagai proses komunikasi antara sekolah
masyarakat untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang
kebutuhan dan karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab
masyarakat dalam usaha memajukan sekolah.
2. Tujuan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (Husemas)
Tujuan husemas dimaksudkan untuk
menciptakan hubungan seklah secara harmonis, meningkatkan kemajuan pendidikan
disekolah dan memberi manfaat masyarakat akan kemajuan sekolah.
Menurut
Elsbree seperti yang dikutip Tim jurusan
Administrasi Pendidikan (2003:52) mengemukakan tujuan-tujuan husemas yaitu
sebagai berikut, yaitu:
a.
Meningkatkan kualitas belajar dan pertumbuhan anak
Makin
maju konsep-konsep pendidikan menunjukkan kepada para pendidik, terutama
guru-guru disekolah, agar pendidikan dan pengajaran tidak lagi subject matter centered, tetapi
hendaknya community life centered, tidak
lagi berpusat pada buku tetapi berorientasi pada kebutuhan kehidupan
dimasyarakat. Konsep pendidikan yang
demikian mengandung implikasi yang berhubungan dengan masyarakat, seperti :
1)
Personel sekolah, terutama guru , perlu mengetahui
benar-benar masyarakat lingkungan hidup anak-anak sangat penting bagi program
pendidikan.
2)
Kepala sekolah dan guru hendaknya selalu berusaha
untuk bekerjasama dan memanfaatkan sumber-sumber di masyarakat yang diperlukan
untuk memperkaya program sekolah.
3)
Sekolah hendaknya dapat bekerjasama dengan
instansi-instansi lain dimasyarakat yang mempunyai tugas dan kepentingan yang
sama terhadap pendidikan.
4)
Guru-guru hendaknya selalu mengikuti perkembangan
masyarakat dan selalu siap memahami dan mengkaji sumber-sumber masyarakat yang dapat dimasukan kedalam rencana
pengembangan pendidikan.
b.
Meningkatkan
pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan dan meningkatkan
kualitas kehidupan masyarakat. Didalam
masyarakat yang demokratis, seyogyanya dapat menjadikan dirinya sebagai pelopor
dan pusat perkembangan bagi perubahan masyarakat disemua bidang kehidupan
masyarakat
c.
Mengembangkan antusiasme/semangat saling bantu antara
sekolah dengan masyarakat demi kemajuan keduabelah pihak.
d.
Meningkatkan kualitas pembeljaran dan pertumbuhan
peserta didik
e.
Berperan dalam memahami kebutuhan-kebutuhan
masyarakat.
f.
Mengembangkan program-program sekolah ke arah yang
lebih maju
g.
Mampu menumbuhkan kreatifitas serta dinamika kedua
belah pihak,sehingga hubungan dapat
bersifat aktif dan dinamis.
3. Jenis-Jenis
Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Jenis hubungan sekolah dan masyarakat
itu dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu:
a.
Hubungan edukatif, ialah hubungan kerja
sama dalam hal mendidik murid, antara guru di sekolah dan orang tua di dalam
keluarga. Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip
atau bahkan pertentangan yang dapat mengakibatkan keragu-raguan pendirian dan
sikap pada diri anak.
b.
Hubungan kultural, yaitu usaha kerja
sama antara sekolah dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan
mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat sekolah itu berada. Untuk itu
diperlukan hubungan kerja sama antara kehidupan di sekolah dan kehidupan dalam
masyarakat. Kegiatan kurikulum sekolah disesuaikan dengan kebutuhan dan
tuntutan perkembangan masyarakat. Demikian pula tentang pemilihan bahan
pengajaran dan metode-metode pengajarannya.
c.
Hubungan institusional, yaitu hubungan
kerja sama antara sekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi resmi lain, baik
swasta maupun pemerintah, seperti hubungan kerja sama antara sekolah satu
dengan sekolah-sekolah lainnya, kepala pemerintah setempat, ataupun
perusahaan-perusahaan Negara, yang berkaitan dengan perbaikan dan perkembangan
pendidikan pada umumnya.
4.
Teknik
Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Fachrudi menjelaskan teknik hubungan sekolah dengan masyarakat
yaitu :
a. Laporan
kepada orang tua.
Teknik
ini maksudnya adalah pihak sekolah memberikan laporan pada orang tua murid
tentang kemajuan-kemajuan, prestasi dan kelemahan anak didik pada orangtuanya.
Dengan teknik ini orangtua akan memperoleh penilaian terhadap hasil pekerjaan
anaknya, juga terhadap pekerjaan guru-guru di sekolah.
b. Majalah
sekolah.
Majalah
sekolah ini diushakan oleh orang tua dan guru-guru di sekolah yang diterbitksan
setiap bulan sekali. Majalah ini dipimpin oleh, orang tua dan murid-murid
bahkan alumni termasuk pula dewan redaksi. Isi majalah ini menjelaskan tentang
kegiatan-kegiatan sekolah, karangan guru-guru, orangtua dan murid-murid,
pengumuman-pengumuman dan sebgainya.
c. Surat kabar
sekolah
Kalau
sekolah itu mampu dapat menerbitka surat kabar sekolah, maka ini berarti bahwa
sekolah dapat memberikan informasi yang lebih luas kepada orang tua atau
masyarakat daerah sekitarnya.
d. Pameran
sekolah
Suatu
tehnik yang efektif untuk memberi informasi tentang hasil kegiatan dan keadaan
sekolah pada masyarakat, ialah penyelenggaraan pameran sekolah. Ada
bermacam-macam cara untuk mengadakan pameran sekolah itu. Sekolah mengadakan
pameran dengan membuata atau mengatur hasil pekerjaan murid-murid itu di luar
sekolah atau di sekolah. Pameran sekolah akan menjadi lebih efektif lagi, kalau
kegiatan-kegiatan itu disiarkan melalui siaran-siaran pers dan radio di tempat
itu sehingga dapat menarik banyak orang dalam masyarakat.
e. “Open house”
“Open
house” adalah tehnik untuk mempersilahkan masyarakat yang berminat untuk
meninjau sekolah serta mengobservasi kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil pekerjaan
murid di sekolah, yang diadakan pada waktu-waktu tertentu, misalnya sekali
setahun pada penutupan tahun pengajaran. Ada tiga langkah dalam pelaksanaan
“open house” ini:
1) Pengunjung
dibawa ke dalam kelas atau auditorium sekolah untuk diberi penjelasan tentang open
house itu.
2) Pengunjung
diantar ke tempat-tempat yang telah disediakan akan hal-hal yang perlu dilihat.
3) Pengunjung
diajak kembali ke kelas atau auditorium untuk berdiskusi dan menilai open
house.
f. Kunjungan ke
sekolah.oleh orang tua murid yang dilakukan pada pelajaran di berikan.
Kepada
orang tua itu diberi kesempatan untuk melihat anak-anak mereka yang belajar di
dalam kelas, juga untuk melihat kegiatan-kegiatan di laboratorium,
perlengkapan-perlengkapan, gambar-gambar dan sebagainya, sehingga mereke
memperoleh gambaran yang jelas tentang kehidupan di sekolah itu. Setelah
selesai melihat-lihat, orang tua diajak berdiskusi dan mengadakan penilaian.
g. Kunjungan ke
rumah murid
Kunjungan
ke rumah orangtua murid ini merupakan teknik yang sangat efektif dalam
mengadakan hubungan dengan orang tua di rumah agar supaya dapat mengetahui
latar belakang hidup anak-anak. Banyak masalah yang dapat dipecahkan dengan
teknik ini antara lain, masalah kesehatan murid, ketidak hadiran murid,
pekerjaan rumah, masalah kurangnya pengertian orang tua tentang sekolah dan
sebagainya.
h. Melalui
penjelasan yang di berikan oleh personel sekolah.
Kepala
sekolah hendaknya berusaha agar, semua personil sekolah mempunyai pengertian
yang jelas tentang kebijakan sekolah, organisasi sekolah dan semua kegiatan
pendidikan dan pengajaran serta usaha-usaha lainnya. Pada mereka harus
ditanamkan sikap loyalitasnya, rasa kekeluargaan.
i.
Gambaran sekolah melalui murid-murid.
Informasi
tentang keadaan sekolah dengan perantaraan murid-murid itu diberikan melalui
perencanaan sesuatu kegiatan yang wajar, antara lain kalau sekolah itu terdapat
di kota besar, maka gambaran itu diberikan melalui program siaran pemancar
radio untuk menyiarkan sesuatu percakapan antara murid-murid atau antara murid
dan guru, misalnya tentang cara makan dan makanan sehat
j.
Laporan tahunan
Laporan
tahunan ini dibuat oleh kepala sekolah dan laporan ini diberikan kepada aparat
pendidikan yang lebih atas. Laporan ini berisi masalah kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh sekolah termasuk kurikulum, personalia, anggaran, biaya dan
sebagainya. Selanjutnya aparat tersebut memberikan laporan pada masyarakat.
k. Organisasi
perkumpulan alumni sekolah
Organisasi
perkumpulan alumni sekolah adalah suatu alat yang sangat baik untuk dimanfaatkan
dalam memelihara serta meningkatkan hubungan antara sekolah dan masyarakat.
Murid-murid yang sudah tamat sekolah biasanya mempunyai kenangan–kenangan dari
sekolahnya dan mereka merasa berkewajiban moral untuk membantu sekolahnya baik
berupa materiil maupun secara moril.
l.
Melalui kegiatan ekstra kurikuler
Apabila
ada beberapa kegiatan ekstra kurikuler yang sudah dianggap matang untuk
dipertunjukkan kepada orang tua murid dan masyarakat, seperti sepak bola, drama
dan lain-lain, maka sangat tepat sekali kegiatan itu ditampilkan ke dalam
masyarakat. Karena itu program ekstra kurikuler hendaknya di rencanakan dan
diatur, agar dapat dimanfaatkan dalam kegiatan hubungan sekolah dengan
masyarakat.
m. Pendekatan
secara akrab
Yaitu pendekatan antara murid dengan
guru pengajar.
DAFTAR RUJUKAN
Mulyono, MA .2008. Manajemen Administrasi dan
Organisasi Pendidikan. Ar-Ruzz Media
Handoko, T. Hani. 1991. Manajemen.Edisi II.Yogyakarta:
BPFE
Tim Dosen AP UPI. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung:
ALFABETA