Minggu, 18 Agustus 2019

komponen keterampilan manajemen kelas


TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS

Description: Description: wps_clip_image-7506

Oleh:
Sintia Sari      1620237
7.6


Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M. Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019



KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS

A.    Pengertian
      Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan kelas. Pengelola sendiri akar katanya adalah “kelolah” di tambah awalan “pe” dan akhiran “an”. Istilah lain dari pengelolaan adalah “ manajemen” . manajemen adalah kata yang di adopsi dari bahasa inggris, yaitu management, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan.
      Pengelolaan kelas (classroom management) berdasarkan pendekatannya menurut weber (1977) diklasifikasikan kedalam tiga pengertian, yaitu berdasarkan pendekatan otoriter (autorityapproach), pendekatan permisif (permissive approach) dan pendekatan modifikasi tingkah laku. Berikut dijelaskan pengertian masing-masing pendekartan tersebut.
      Pertama, berdasarkan pendekatan otoriter ( authority approach) pengelolaan kelas adalah kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku siswa, guru berperan menciptakan dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat (weber)
      Kedua, pendekatan permisif mengartikan pengelolaan kelas `adalah upaya yang dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai aktifitas sesuai dengan yang mereka inginkan. Dan fungsi guru adalah bagaimana menciptakan kondisi siswa merasa aman untuk melakukan aktifitas di dalam kelas.
      Ketiga, pendekatan modifikasi tingkah laku. Pendekatan ini didasarkan pada pengelolaan kelas merupakan proses perubahan tingkah laku, jadi pengelolaan kelas merupakan upaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi perubahan prilku yang bersifat positif dari siswa dan dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki prilaku negative yang dilakukan oleh siswa
      Menurut Syaiful Bahri Djamara dalam sebuah bukunya yang berjudul “Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif” bahwa, manajemen kelas adalah suatu upaya memperdayagunakan potensi kelas    yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
      Menurut Suharismi Arikunto, manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
      Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan arti dari manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.

B.     Macam-Macam Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
1.      Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
            Hubungan yang akrab dan sehat antara guru dengan peserta didik dan peserta didik dengan peserta didik yang lainnya menjadi suatu keharusan di dalam sebuah kelas. Hal ini dapat terwujud jika guru memiliki keterampilan secara pribadi yang dapat diciptakan antara lain dengan:
a.       Menunjukkan kehangatan dan kepakaan terhadap kebutuhan peserta didik, baik dalam kelompok kelas maupun perorangan.
b.      Mendengarkan secara simpatik ide-ide yang dikemukakan oleh peserta didik.
c.       Memberikan respon positif terhadap pemikiran peserta didiknya.
d.      Membangun hubungan saling mempercayai.
e.       Menunjukkan kesiapan untuk membantu peserta didik.
f.       Menerima perasaan peserta didik dengan penuh pengertian dan terbuka.
g.      Berusaha mengendalikan situasi hingga peserta didik merasa aman, penuh pemahaman, dan dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.
2.      Keterampilan mengorganisasi
            Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas, guru sebagai seorang manajer berperan sebagai organisator yag mengatur dan memonitori kegiatan belajar-mengajar dari awal dimulainya hingga akhir kegiatan. Keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai oelh guru agar bisa mengorganisasikan kegiatan belajar-mengajar antara lain:
a.       Menjelaskan tujuan belajar yang akan dicapai kepada peserta didiknya.
b.      Memvariasikan kegiatan yang mencangkup penyediaan ruangan, peralatan, dan cara menjelaskannya.
c.       Membentuk komponen yang tepat.
d.      Mengoordinasikan kegiatan belajar-mengajar kepada peserta didik, wali murid, dan kepala sekolah.
e.       Membagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan peserta didik.
f.       Mengakhiri kegiatan belajar dengan laporan hasil yang akan dicapai oleh peserta didik.
3.      Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
            Keterampilan ini memungkinkan guru membantu peserta didik untuk maju tanpa mengalami frustasi. Hal ini dapat dicapai jika guru menguasai keterampilan berikut ini.
a.       Memberikan penguatan sebagai kegiatan yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik.
b.      Mengembangkan supervisi proses awal, yaitu sikap tanggap guru terhadap peserta didik baik secara individu maupun kelompok yang dapat memungkinkan guru mengetahui apakah segala sesuatu berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
c.       Mengadakan supervisi proses lanjut yan memusatkan perhatian pada penekanan dan pemberian bantuan ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung.
d.      Mengadakan supervisi pemanduan yang memusatkan perhatian pada penilaian pencapaian tujuan dari berbagai kegiatan belajar yang dilakukan dalam rangka menyiapkan rangkuman dan pemantapan sehingga peserta didik saling belajar dan memperoleh wawasan yang menyeluruh. Ini dilakukan dengan menilai kemajuan peserta didik dan menyiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan akhir belajarnya.
4.      Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar
            Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar, baik secara perorangan maupun klasikal merupakan tugas utama guru. Itulah sebabnya guru harus mampu membuat perencanaan kegiatan belajar-mengajar yang tepat bagi setiap peserta didik dan seluruh peserta didik dalam sebuah kelas serta mampu melaksanakan perencanaan tersebut.
            Untuk membantu suatu perencanaan yang tepat, guru dituntut untuk mampu mendiaknosis kemampuan akademik peserta didiknya, memahami berbagai tipe belajar peserta didiknya memahami bakat dan minat peserta didiknya, dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil dagnostik tersebut, guru diharapkan mampu menerapkan kondisi dan tuntutan belajar berupa belajar mandiri, paket kegiatan belajar, belajar dengan teman sebaya, semulasi, dan sebagainya yang semuanya memadu peserta didik untuk menghayari pengalaman bekerja sama atau bekerja dengan pengarahan sendiri.
            Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar yang harus dikuasai oleh guru sebagai manajer kelas antara lain sebagi berikut.
a.       Membantu peserta didik menetapkan tujuan belajar dan menstimulasi peserta didik untuk mencapai yujuan belajar tersebut.
b.      Merencanakan kegiatan belajar bersama peserta didiknya yang mencangkup kriteria keberhasilan, langkah-langkah kerja, waktu, serta kondisi belajar.
c.       Bertindak atau berperan sebagai penasehat bagi peserta didiknya bila diperlukan.
d.      Membantu peserta didik menilai pencapaian dan kemajuannya sendiri. Ini berarti, guru memberikan kesempatan kepada peserta didiknya untuk memperbaiki dirinya sendiri yang merupakan kerja sama guru dengan peserta didik dalam situasi pendidikan yang manusiawi.
C.    Permasalahan Dalam Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
1.      Faktor yang bersumber dari guru
2.      Faktor yang bersumber Dari anak
3.      Faktor yang bersumber Dari fasilitas
4.      Faktor yang bersumber Dinamika kelas dan keluarga


















DAFTAR PUSTAKA

Rukmana, Ade dan Suryana, Asep. 2006. Pengelolaan Kelas. Bandung: Upi Press

Wiyani, Novan Ardy. 2013. MANAJEMEN KELAS: Teori dan Aplikasi untuk Menciptakan Kelas yang Kondusif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media




2 komentar:

membina hubungan sekolah dengan masyarakat dalam melaksanakan disiplin kelas

TUGAS MANAJEMEN KELAS di SD Tentang Membina Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat Dalam Melaksanakan Disiplin Sekolah Oleh: ...