TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS

Oleh:
Sintia Sari 1620237
7.6
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M. Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN
PENGELOLAAN KELAS
A. Pengertian
Pengelolaan
kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan kelas. Pengelola sendiri
akar katanya adalah “kelolah” di tambah awalan “pe” dan akhiran “an”. Istilah
lain dari pengelolaan adalah “ manajemen” . manajemen adalah kata yang di
adopsi dari bahasa inggris, yaitu management, yang berarti ketatalaksanaan,
tata pimpinan, pengelolaan.
Pengelolaan
kelas (classroom management) berdasarkan pendekatannya menurut weber (1977)
diklasifikasikan kedalam tiga pengertian, yaitu berdasarkan pendekatan otoriter
(autorityapproach), pendekatan permisif (permissive approach) dan pendekatan
modifikasi tingkah laku. Berikut dijelaskan pengertian masing-masing
pendekartan tersebut.
Pertama,
berdasarkan pendekatan otoriter ( authority approach) pengelolaan kelas adalah
kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku siswa, guru berperan menciptakan
dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat (weber)
Kedua,
pendekatan permisif mengartikan pengelolaan kelas `adalah upaya yang dilakukan
oleh guru untuk memberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai
aktifitas sesuai dengan yang mereka inginkan. Dan fungsi guru adalah bagaimana
menciptakan kondisi siswa merasa aman untuk melakukan aktifitas di dalam kelas.
Ketiga,
pendekatan modifikasi tingkah laku. Pendekatan ini didasarkan pada pengelolaan
kelas merupakan proses perubahan tingkah laku, jadi pengelolaan kelas merupakan
upaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi perubahan prilku yang bersifat
positif dari siswa dan dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau
memperbaiki prilaku negative yang dilakukan oleh siswa
Menurut
Syaiful Bahri Djamara dalam sebuah bukunya yang berjudul “Guru dan Anak Didik
dalam Interaksi Edukatif” bahwa, manajemen kelas adalah suatu upaya
memperdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin
untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut
Suharismi Arikunto, manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh
penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau membantu dengan maksud agar
dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang
diharapkan.
Dari
beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan arti dari manajemen kelas
adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar
mengajar dengan maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga
dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
B. Macam-Macam Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
1.
Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
Hubungan yang akrab dan sehat antara
guru dengan peserta didik dan peserta didik dengan peserta didik yang lainnya
menjadi suatu keharusan di dalam sebuah kelas. Hal ini dapat terwujud jika guru
memiliki keterampilan secara pribadi yang dapat diciptakan antara lain dengan:
a. Menunjukkan
kehangatan dan kepakaan terhadap kebutuhan peserta didik, baik dalam kelompok
kelas maupun perorangan.
b.
Mendengarkan secara simpatik ide-ide yang dikemukakan oleh
peserta didik.
c.
Memberikan respon positif terhadap pemikiran peserta
didiknya.
d.
Membangun hubungan saling mempercayai.
e.
Menunjukkan kesiapan untuk membantu peserta didik.
f.
Menerima perasaan peserta didik dengan penuh
pengertian dan terbuka.
g.
Berusaha mengendalikan situasi hingga peserta didik
merasa aman, penuh pemahaman, dan dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.
2.
Keterampilan mengorganisasi
Selama kegiatan belajar mengajar
berlangsung di kelas, guru sebagai seorang manajer berperan sebagai organisator
yag mengatur dan memonitori kegiatan belajar-mengajar dari awal dimulainya
hingga akhir kegiatan. Keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai oelh guru
agar bisa mengorganisasikan kegiatan belajar-mengajar antara lain:
a.
Menjelaskan tujuan belajar yang akan dicapai kepada
peserta didiknya.
b.
Memvariasikan kegiatan yang mencangkup penyediaan
ruangan, peralatan, dan cara menjelaskannya.
c.
Membentuk komponen yang tepat.
d.
Mengoordinasikan kegiatan belajar-mengajar kepada
peserta didik, wali murid, dan kepala sekolah.
e.
Membagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan
peserta didik.
f.
Mengakhiri kegiatan belajar dengan laporan hasil yang
akan dicapai oleh peserta didik.
3.
Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
Keterampilan ini memungkinkan guru
membantu peserta didik untuk maju tanpa mengalami frustasi. Hal ini dapat
dicapai jika guru menguasai keterampilan berikut ini.
a.
Memberikan penguatan sebagai kegiatan yang mampu
membangkitkan motivasi belajar peserta didik.
b.
Mengembangkan supervisi proses awal, yaitu sikap tanggap
guru terhadap peserta didik baik secara individu maupun kelompok yang dapat
memungkinkan guru mengetahui apakah segala sesuatu berjalan dengan lancar
sesuai dengan yang diharapkan.
c.
Mengadakan supervisi proses lanjut yan memusatkan
perhatian pada penekanan dan pemberian bantuan ketika kegiatan belajar-mengajar
berlangsung.
d.
Mengadakan supervisi pemanduan yang memusatkan
perhatian pada penilaian pencapaian tujuan dari berbagai kegiatan belajar yang
dilakukan dalam rangka menyiapkan rangkuman dan pemantapan sehingga peserta
didik saling belajar dan memperoleh wawasan yang menyeluruh. Ini dilakukan
dengan menilai kemajuan peserta didik dan menyiapkan mereka untuk mengikuti
kegiatan akhir belajarnya.
4.
Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan
belajar-mengajar
Membantu peserta didik melakukan
kegiatan belajar, baik secara perorangan maupun klasikal merupakan tugas utama
guru. Itulah sebabnya guru harus mampu membuat perencanaan kegiatan
belajar-mengajar yang tepat bagi setiap peserta didik dan seluruh peserta didik
dalam sebuah kelas serta mampu melaksanakan perencanaan tersebut.
Untuk membantu suatu perencanaan
yang tepat, guru dituntut untuk mampu mendiaknosis kemampuan akademik peserta
didiknya, memahami berbagai tipe belajar peserta didiknya memahami bakat dan
minat peserta didiknya, dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil dagnostik
tersebut, guru diharapkan mampu menerapkan kondisi dan tuntutan belajar berupa
belajar mandiri, paket kegiatan belajar, belajar dengan teman sebaya, semulasi,
dan sebagainya yang semuanya memadu peserta didik untuk menghayari pengalaman
bekerja sama atau bekerja dengan pengarahan sendiri.
Keterampilan merencanakan dan
melaksanakan kegiatan belajar-mengajar yang harus dikuasai oleh guru sebagai
manajer kelas antara lain sebagi berikut.
a. Membantu
peserta didik menetapkan tujuan belajar dan menstimulasi peserta didik untuk
mencapai yujuan belajar tersebut.
b.
Merencanakan kegiatan belajar bersama peserta didiknya
yang mencangkup kriteria keberhasilan, langkah-langkah kerja, waktu, serta
kondisi belajar.
c.
Bertindak atau berperan sebagai penasehat bagi peserta
didiknya bila diperlukan.
d.
Membantu peserta didik menilai pencapaian dan
kemajuannya sendiri. Ini berarti, guru memberikan kesempatan kepada peserta
didiknya untuk memperbaiki dirinya sendiri yang merupakan kerja sama guru
dengan peserta didik dalam situasi pendidikan yang manusiawi.
C. Permasalahan Dalam Komponen Keterampilan Manajemen
Kelas
1. Faktor yang
bersumber dari guru
2. Faktor yang
bersumber Dari anak
3. Faktor yang
bersumber Dari fasilitas
4. Faktor yang
bersumber Dinamika kelas dan keluarga
DAFTAR
PUSTAKA
Rukmana, Ade dan Suryana, Asep. 2006. Pengelolaan Kelas. Bandung: Upi Press
Wiyani, Novan Ardy. 2013. MANAJEMEN KELAS: Teori dan Aplikasi untuk Menciptakan Kelas yang
Kondusif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Sangat bermanfaat
BalasHapusartikelnya bagus
BalasHapus