Minggu, 04 Agustus 2019

manajemen kelas


TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
Manajemen kelas

Description: Description: wps_clip_image-7506

Oleh:
Sintia Sari      1620237
7.6


Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M. Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019

A.    KONSEP MANAJEMEN KELAS
Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Tugas guru seperti mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini, sekarang tugas guru yang paling penting adalah memanajemen, mangorganisir, dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran (Rukmana dan Asep Surya 2006: 29).
Mengelola kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorongan kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif, bukan hanya aspek-aspek itu saja adapun aspek lain yang perlu diperhatikn dalam manajemen kelas diantara yaitu peserta didik baik itu dari minat peserta didik, perhatian dan yang terpenting adalah tingkah laku peserta didik yang perlu di kontrol melalui manajemen kelas.

B.     TUJUAN MANAJEMEN KELAS
Tujuan Manajemen Kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan, baik secara umum maupun khusus. Secara umum tujuan Manajemen Kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa untuk belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap, serta apresiasi para siswa.
Adapun tujuan dari Manajemen Kelas adalah sebagai berikut :
1.      Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
2.      Untuk memberikemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
3.      Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Jadi, Manajemen Kelasdimaksudkan untuk menciptakan kondisi didalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan Manajemen Kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Sedangkan tujuan Manajemen Kelas secara khusus dibagi menjadi dua yaitu tujuan untuk siswa dan guru.
Tujuan UntukSiswa:
1.      Mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung-jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri.
2.      Membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
3.      Membangkitkan rasa tanggung-jawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang diadakan.
Maka dapat disimpulkan bahwa tujuan daripada Manajemen Kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib, sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
Tujuan Untuk Guru:
1.      Untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat.
2.      Untuk dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada siswa.
3.      Untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu.
4.      Untuk memiliki strategi remedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul didalam kelas.

Maka dapat disimpulkan bahwa agar setiap guru mampu menguasai kelas dengan menggunakan berbagai macam pendekatan dengan menyesuaikan permasalahan yang ada, sehingga tercipta suasana yang kondusif, efektif dan efisien.

C.     PROSES MANAJEMEN KELAS
Langkah-langkah kegiatan manajemen kelas adalah penyusunan rangkaian kegiatan yang dilakukan guru sebagai manajer/pemimpin pembelajaran di kelas adalah :
1.      Merencanakan Pembelajaran
Berkenaan dengan perencanaan, William H.Newman (Abdul Majid, 2011:15-16) menyatakan, “perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari”.
Fungsi guru dalam merencanakan pemebelajaran  berorientasi karakteristik siswa yang dapat dilakukan adalah untuk membangkitkan motivasi belajar siswa secara aktif. Oleh sebab itu perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a.       Merumuskan Tujuan Pembelajaran.
Dalam hal ini, guru dituntut untuk menguasai dan mengetahui tentang tujuan yang selama ini menjadi acuan dalam rumusan pencapain tujuan pembelajaran. Berdasarkan taksonomi Bloom (Moh. Uzer Usman, 1992:29), klasifikasi rumusan tujuan pembelajaran dapat dikelompokan ke dalam tiga ranah, yaitu :
1)      Ranah kognitif, yang mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan (recall), pengetahuan, kemampuan inteketual.
2)      Ranah afektif, yang mencakup tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan, dan minat.
3)      Ranah psikomotor, yang mencakup tujuan yang berhubungan dengan kemampuan gerak dalam keterampilan.
b.      Memilih Materi Pokok Pembelajaran
Materi pokok yang dibuat berdasarkan pada pencapaian tujuan pembelajaran. Materi pokok pembelajaran merupakan alat bahkan sekaligus yang menjadi proses pengalaman bagi siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Dengan kata lain, materi pokok pembelajaran adalah poko-pokok materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana dalam pencapaian kompetensi dasar yang disusun berdasarkan indikator hasil belajar.
c.       Menentukan Strategi Pembelajaran
Yaitu, merupakan upaya guru dalam cara penyampaian materi yang telah dibuat tadi untuk lebih mudah disampaikan kepada siswa dengan cara seefektif mungkin. Berbagai cara yang dilakukan guru dalam penyampaian materi ini adalah menggunakan matode yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan siswa yang menjadi subyek belajar. Roestiyah (1991:1) berpendapat bahwa “di dalam proses belajar-mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar”.
Dalam pernyataan tersebut, guru harus dapat membuat atau menciptakan strategi pembelajaran dengan menggunakan metode yang dianggap paling tepat, mudah diterima oleh siswa, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 
d.      Membuat Evaluasi/Penilaian
Evaluasi di sini merupakan alat untuk mengetahui atau mengukur sejauhmana kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan apakah tercapai sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan ataukah tidak. Dalam proses pembelajaran kegiatan evaluasi sangat perlu dilakukan oleh guru. Moh. Surya (1985:118) berpendapat, “salah satu kegiatan yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugas dan peranannya ialah kegiatan evaluasi”.
Winarno Surakhmad (1986:151) yang menjadi perhatian dalam pembelajaran “adalah media evaluasi yang ditujukan untuk menilai sampai dimanakah tujuan pengajaran telah dicapai, baik dari sudut murid maupun dari sudut guru”. Dalam proses pembelajaran, evaluasi tak dapat dipisahkan. Evaluasi untuk mengukur dan menilai keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran yang harus dilakukan terus menerus.


2.      Melaksanakan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan realiasi kegiatan yang telah direncanakan atau dipersiapkan sebelumnya. Oleh karena itu dalam pelaksanaan pembelajaran faktor guru sangat dominan berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. Tugas dan tanggung jawab guru dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi:
a.       Kegiatan Awal
Pada kegiatan ini guru mulanya berhadapan langsung dengan kondisi dan siatuasi yang menjadi tempat kegiatan dalam pembelajaran. Situasi tempat belajar perlu diatur demi kelancaran belajar dalam mencapai tujuan yang lebih efektif. Kondisi belajar merupakan sesuatu yang amat penting dan menentukan keberhasilan belajar anak, (Suharsimi Arikunto, 1993:183).
1)      Menciptakan Iklim Kelas
Dalam menciptakan kondisi kelas ini diutamakan guru harus dapat mengorganisir sumber-sumber potensi yang menjadi bagian dalam proses pembelajaran diantaranya :
a)      Mengabsen dan Mengatur tempat duduk siswa
b)      Mengatur seperangkat materi pembelajaran yang telah dipersiapkan dengan bentuk catatan-catatan yang lainnya.
c)      Mengatur sarana pembelajaran.

b.      Membuka Pelajaran
Setelah menciptakan iklim kelas dianggap cukup, selanjutnya membuka materi pelajaran yang akan disajikan. Menurut Hunt (Suwardi, 2007:130-133) dalam penyajian materi pelajaran meliputi lima tahapan yang disebut teori ROPES, singkatan dari kata Review, Overview, Presentase, Exercise, dan Summary. Dari lima tahapan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1)      Tahap I (Review)
Pada tahap ini guru harus dapat menjajaki kemampuan dan kebutuhan siswa yang menjadi karakter masing-masing dengan latar belakang yang berbeda-beda. Dengan mengetahui karakteristik siswa tujuannya adalah supaya dapat mempermudah membantu dalam penyajian materi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan cara review ini:
a)      Guru akan dapat memulai memberikan materi pelajaran dengan metode yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan siswa.
b)      Guru akan dapat memulai memberikan materi pelajaran dengan membangkitkan  minat dan motivasi dalam belajar.
c)      Guru akan dapat memulai memberikan materi pelajaran bila siswa telah memahami hubungan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
2)      Tahap II : (Overview)
Pada tahap ini guru menyampaikan materi pelajaran yang akan disampaikan. Dalam penyampaian materi guru menjelaskan teknik atau strategi atau metode yang akan dilakukan dengan dasar hasil dari penjajakan pada tahap I tadi.
3)      Tahap III (Presentase)
Presentasi adalah tahap penyampaian materi pembelajaran. Pada tahap ini, guru menjelaskan materi-materi pokok dengan metode yang telah disesuaikan tadi. Dalam penyampaian materi ini guru harus dapat berpegang pada aktivitas belajar siswa secara aktif. Dengan kata lain guru harus dapat membelajarkan siswa lebih optimal.
4)      Tahap IV (Exercise)
Exercise merupakan tahap untuk memberikan kesempatan pada siswa melakukan latihan-latihan. Yang dimaksud dengan latihan di sini yaitu, menerapkan materi dengan melakukan pertanyaan-pertayaan atau praktek.
5)      Tahap V (Summary)
Summary merupakan tahap akhir dari kegiatan. Pada tahap ini guru harus dapat menyimpulkan atau meresume dari materi-materi yang telah dipelajari. Menurut Rosyada (Suwardi, 2007:132-133) selain dari kelima tahapan tersebut masih diperlukan lagi, yaitu tahap evaluasi. Menurutnya, evaluasi perlu untuk dilakukan guru pada akhir proses pembelajaran. Evaluasi digunakan untuk mengetahui efektifitas hasil belajar siswa, dan menjadi dasar dalam penyusunan rencana pembelajaran berikutnya.
Dari kelima tahapan dalam membuka pelajaran yang dimaksud dapat kita sederhanakan menjadi tiga tahapan, yaitu :
Tahap I : Pendahuluan
1)      Sebelum menyajikan materi yang akan disampaikan, guru perlu menjajaki kemampuan dan kebutuhan siswa dari masing-masing karakteristik dan latar belakang yang berbeda-beda dengan cara melakukan tes awal (free-test), wawancara, atau tanya jawab.
2)      Menyampaikan informasi tentang maksud dan tujuan materi yang akan disampaikan atau disajikan.
Tahap II : Kegiatan Inti/pokok
1)      Pada kegiatan inti berdasarkan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (2010) dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berkarakter menggunakan istilah :
a)      Eksplorasi
(1)   Guru menyampaikan dan menjelaskan materi pokok secara garis besar dengan penggunaan metode pembelajaran aktif yang telah disesuaikan dengan karakteristik individu/kelompok.
(2)   Memfasilitasi siswa terjadinya interaksi belajar dengan media yang telah disesuaikan sebagai eumber belajar.
(3)   Siswa dibelajarkan atau melibatkan siswa mencari informasi dalam  menemukan masalah yang dipelajari melalui materi yang disajikan.
b)      Elaborasi
(a)    Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas atau latihan, diskusi untuk memunculkan gagasan baru baik lisan maupun tulisan.
(b)   Memberkan kesempatan pada siswa untuk berpikir dan menganalisi serta menyelesaikan masalah.Memfasilitasi siswa dalam menyajikan hasil kerja secara individual ataupun kelompok.
(c)    Memfasilitasi siswa berkompetisi dalam peningkatan kegiatan belajar.
c)      Konfirmasi
(a)    Memfasilitasi siswa memberikan umpan balik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan, dan penemuan masalah yang mengalami kesulitan dengan definsi atau rumus maupun bahasa yan baik dan benar.
(b)    Memfasilitasi siswa memberikan konfirmasi terhadap hasil kegiatan dari bahan atau sumber belajar yang telah digunakan.
(c)     Membantu masalah-masalah siswa dalam kesulitan belajar.
(d)    Memberikan motivasi belajar atau dorongan semangat belajar.
Tahap III : Kegiatan Akhir / penutup
1)      Menyimpulkan atau merangkum materi pelajaran yang telah dipelajari siswa.
2)      Memberikan penguatan perhatian siswa terhadap hal-hal pokok materi pelajaran, agar informasi yang telah diterima dapat membangkitkan minat terhadap materi pelajaran selanjutnya.
3)      Memberikan tindak lanjut, baik berupa saran atau ajakan terhadap rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

c.       Mengevaluasi Pembelajaran
Evaluasi merupakan salah satu komponen penting untuk mengukur keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan. Wayan Nurkancana (1986:1) evaluasi, “adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai darpada sesuatu”. Berdasarka pengertian ini, evaluasi pembelajaran adalah suatu tindakan untuk menentukan nilai hasil belajar siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
     
D.    STRATEGI MANAJEMEN KELAS
Strategi pengelolaan kelas adalah pola atau siasat, yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar optimal, aktif, dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Untuk mencegah timbulnya tingkah laku-tingkah laku siswa yang mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar, guru berusaha mendayagunakan potensi kelas, memfokuskan perhatian kepada peserta didik, memahami mereka secara individu dan memberi pelayanan-pelayanan tertentu yang merupakan wujud dukungan dari warga sekolah.
Dengan adanya pengelolan kelas, pembelajaran sebagai suatu proses memilikistrategi dalam upaya untuk menjadikan pembelajaran yang efektif.Upaya-upaya yang dilakukan oleh guru merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dansuasana belajar yang kondusif, optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan maksimal. Ragam strategi pengelolaan kelas meliputi:
1.      Penataan lingkungan belajar
Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar, dapat di klasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan lingkungan sosial. Pengelolaan lingkungan fisik meliputi penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin kesehatan siswa dan pengaturan penyimpanan barang yang diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang tersebut segera dapat digunakan. Pengelolaan lingkungan sosial meliputi interaksi guru dansiswa, siswa dengan siswa, dan siswa, guru, serta lingkungan sekitarnya.
Iklim kelas yang kondusif merupakan pertimbangan utama dan memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Iklim belajar kondusif harus ditunjang oleh beberapa fasilitas yang menyenangkan demi kelancaran proses pembelajaran. Seperti sarana, penataan kelas, laboratorium untuk praktek, pengaturan lingkungan belajar, penampilan dan sikap guru, hubungan yang harmonis antara peserta didik sendiri, serta penataan organisasi dan bahasan pembelajaran secara tepat sesuai dengan kemampuan peserta didik.
Segala sesuatu dalam lingkungan kelas menyampaikan pesan yang memacu atau menghambat belajar.Segala yang dapat kita lihat, biasanya memberi inspirasi untuk melahirkan pikiran yang orisinil.Demikian juga lingkungan belajar yang tertata rapih memberi inspirasi berpikir yang cermat dan kekuatan belajar. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas secara fisik adalah:
a.       Penataan bangku dalam kelas
Dekorasi interior kelas perlu dirancang yang memungkinkan siswa belajar secara aktif, yakni menyenangkan dan menantang. Formasi bangku dalam kelas dapat dengan mudah dipindah-pindah, maka sangat mungkin menggunakan formasi ini sesuai dengan yang diinginkan.
b.      Hiasan dinding
Dinding merupakan panjangan pesan yang setiap hari bisa dirubah, diganti sesuai pesan yang ingin disampaikan.
c.       Papan tulis, kapur tulis, dan lain-lain
Ukurannya disesuaikan, warnanya harus kontras, penempatannya memperhatikan estetika dan terjangkau oleh anak didik.
d.      Halaman sekolah
Manajemen sekolah wajib membuat segalanya hidup, memberi pesan dan membawa kesan. Kebersihan akan membawa rasa nyaman saat belajar. Guru memeriksa keberhasilan dan ketertiban kelas dan halaman sekolah.

2.      Cara pengajaran guru (pendidik)
Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif, maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi, maka seorang pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara fleksibel. Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pelajaran, strategi pengajaran, mempunyai keahlian mengelolakelas, keahlian motivasional, keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam.
Dalam meningkatkan pembelajaran yang efektif dalam bentuk dampak instruksional dan untuk mengarahakan dampak pengiring terhadap hal-hal yang positif, guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang efektif dengan cara pengajaran tertentu. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat ditempuh dengan bentuk strategi pembelajaran berikut ini:
a.       Strategi pembelajaran seluruh kelas yang meliputi
1)      Ceramah adalah memberikan pengetahuan secara verbal dengan cara guru mempresentasikan yang berfungsi untuk memberikan pengetahuan dasar yang dibutuhkan untuk aktifitas-aktifitas mendatang, mempresentasikan suatu pengetahuan penting bagi murid untuk dipelajari.
2)      Diskusi, memfokuskan pada interaksi, yang mana murid sebagai partisipan dipersilahkan mengekspresikan pengetahuan dan pemahaman serta opini tentang suatu topik.
3)      Debat adalah strategi yang mengehendaki berpikir lebih tingkat tinggi, yang mana murid mempelajari informasi tentang suatu isyu atau ide dengan mengambil posisi pro atau kotra. Sehingga siswa harus belajar mendengarkan, memanipulasi pengetahuan untuk menarik minat, baik kebutuhan-kebutuhan factual maupun emosional pada audiencenya.
4)      Demontrasi guru merupakan stratgei guru menempatkan peranya untuk memberikan pengetahuan atau ketrampilan dengan demonstrasi suatu metode. Strategi ini dipilih karena keterbatasan waktu dan kelangkaan bahan yang diperlukan.
5)      Memberikan pengarahan pengarahan adalah memberikan informasi yang efisien tentng apa, mengapa, bagaima, dimana, kaan tugas dan aktifitas kelas.
b.      Strategi pembelajaran kelompok kecil meluputi:
1)      Pembelajaran kooperatif adalah formasi kelompok yang “menshare” suatu pembelajaran yang sama, bekerja independen untuk mencapai suatu penguasaan dan memastikan bahwa semua anggota kelompok dapat meraih tujuan kelompok secara sukses.
2)      Pembelajaran kolaboratif adalah yang mengehendaki siswa bekerja bersama tetapi hasilnya lebih terbuka pada umumnya. Responsibilitas individual bagi pembelajaran ini lebih besae ketimbang dalam situasi kooperatif.
c.       Strategi pembelajaran dengan bekerja berpasangan:
1)      Mentor-mentor murid yaitu membentuk pasangan-pasangan murid dengan ketrampilan yang tak sama, dengan menempatkan salah satu murid yang sudah siap untuk menjadi tutor tean pasanganya.
2)      Berpasangan secara random (acak) digunakan dalam suatu basis jangka pendek sebab hanya berpikir sejnak, untuk memneuhi kebutuhan murid atau memenuhi tuntutan tugas.
d.      Strategi pembelajaran individu
Strategi dengan bekerja secara independen oleh murid dalam mempelajari ketrampilan atau pengetahuan dan mempraktikkan serta memastikan tingkat peahamannya. Guru harus dengan cerdas memilih dan menggunakan metode pembelajaran atau dengan mengkombinasikan dari beberpa metode yang sesuai dengan kondisi yang ada.
Seorang guru dalam mengelola kelas harus mampu menciptakan kondisi yang optimal dan mempertahankan kondisi kelas tetap kondusif ketika tingkah laku peserta didik menyimpang dan mengganggu proses belajar mengajardengan cara memberikan pengejaran yang menyenangkan.

3.      Pengaturan perilaku dan pemberian motivasi kepada siswa
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan dan lingkungan dimana siswa berinteraksi, diharapkan mampu membentuk sikap dan perilaku siswa yang baik. Dalam prosesnya, sering kali muncul perilaku siswa yang menganggu kondisi kelas.Oleh karena itu, guru dapat menerapkan sistem reward dan punishment. Rewardatau penghargaan diberikan kepada siswa yang berprestasi atau berperilaku baik, dan punishment atau sanksi (hukuman) dikenakan terhadap siswa yang melanggar peraturan. Rewarddan punishmentberfungsi untuk menumbuhkan motivasi siswa.
Motivasi belajar adalah suatuperubahan tenaga di dalam diri seseorang (pribadi) yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurut Clayton Motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin.
Jadi motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk belajar dengan senang dan belajar secara sungguh-sungguh, yang pada gilirannya akan terbentuk cara belajar siswa yang sistematis, penuh konsentrasi dan dapat menyeleksi kegiatan-kagiatannya.
Seorang guru seharusnya mempunyai Strategi untuk motivasisiswa-siswa di dalam pembelajaran.Menurut Catharina ada beberapa strategi motivasi belajar antara lain sebagai berikut:
a.       Membangkitkan minat belajar
Pengaitan pembelajaran dengan minat siswa adalah sangat penting dan karena itu tunjukkanlah bahwa pengatahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka. Cara lain yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada siswa tentang materipembelajaran yang akan dipelajari dan cara-cara mempelajarinya.
b.      Mendorong rasa ingin tahu
Guru yang terampil akan mampu menggunakan cara untuk membangkitkan dan memelilhara rasa ingin tahu siswa didalam kegiatan pemmbelajaran. Metode pembelajaran studi kasus, diskoveri, inkuiri, diskusi, curah pendapat, dan sejenisnya merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan hasrat ingin tahu siswa.
c.       Menggunakan variasi metode penyajian yang menarik
Motivasi untuk belajar sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang menarik dan juga penggunaan variasi metode penyajian.
d.      Membantu siswa dalam merumuskan tujuan belajar
Prinsip yang mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itudirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri dan bukan dirumuskan atau ditetapkan oleh orang lain. Dalam mengelola kelas, seorang guru harus mampu menciptakan kondisi yang optimal dan mempertahankan kondisi kelas tetap kondusif ketika tingkah laku peserta didik menyimpang dan mengganggu proses belajar mengajar.














Daftar Pustaka
Cece Wijaya, A. Tabrani Rusyan. 1994. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya
Puput Fathurohman dan M Sobry Sutikno. 2007. Strategi belajar mengajar. Bandung: PT. Refika Aditama
Sudirman N, dkk. 1991. Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Suharsimi Arikunto. 1992. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif. Jakarta: Rajawali Pers
Sunaryo. 1989. Strategi Belajar MengajarIlmu Pengetahuan Sosial. Malang : IKIP Malang
Wina Sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media

4 komentar:

membina hubungan sekolah dengan masyarakat dalam melaksanakan disiplin kelas

TUGAS MANAJEMEN KELAS di SD Tentang Membina Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat Dalam Melaksanakan Disiplin Sekolah Oleh: ...