TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
Manajemen kelas

Oleh:
Sintia Sari 1620237
7.6
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M. Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
A.
KONSEP
MANAJEMEN KELAS
Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen
kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah dan faktor lingkungan yang
mempengaruhinya. Tugas guru seperti mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan
peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini, sekarang
tugas guru yang paling penting adalah memanajemen, mangorganisir, dan
mengkoordinasikan segala aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran
(Rukmana dan Asep Surya 2006: 29).
Mengelola kelas merupakan keterampilan yang harus
dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak
menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Adapun
aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas,
pendorongan kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif, bukan
hanya aspek-aspek itu saja adapun aspek lain yang perlu diperhatikn dalam
manajemen kelas diantara yaitu peserta didik baik itu dari minat peserta didik,
perhatian dan yang terpenting adalah tingkah laku peserta didik yang perlu di
kontrol melalui manajemen kelas.
B.
TUJUAN
MANAJEMEN KELAS
Tujuan Manajemen Kelas pada hakikatnya
telah terkandung dalam tujuan pendidikan, baik secara umum maupun khusus.
Secara umum tujuan Manajemen Kelas adalah penyediaan fasilitas bagi
bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan
intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa untuk
belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana
disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap, serta apresiasi para
siswa.
Adapun
tujuan dari Manajemen Kelas adalah sebagai berikut :
1. Agar
pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat
dicapai secara efektif dan efisien.
2. Untuk
memberikemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan
Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/
perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
3. Untuk
memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan
dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Jadi, Manajemen Kelasdimaksudkan untuk
menciptakan kondisi didalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang
baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian,
dengan Manajemen Kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak
dicapai. Sedangkan tujuan Manajemen Kelas secara khusus dibagi menjadi dua
yaitu tujuan untuk siswa dan guru.
Tujuan
UntukSiswa:
1. Mendorong
siswa untuk mengembangkan tanggung-jawab individu terhadap tingkah lakunya dan
kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri.
2. Membantu
siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan
memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
3. Membangkitkan
rasa tanggung-jawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang
diadakan.
Maka dapat disimpulkan bahwa tujuan
daripada Manajemen Kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan
tertib, sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
Tujuan
Untuk Guru:
1. Untuk
mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar
dan kecepatan yang tepat.
2. Untuk
dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi
petunjuk secara jelas kepada siswa.
3. Untuk
mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang
mengganggu.
4. Untuk
memiliki strategi remedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam
hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul didalam kelas.
Maka dapat disimpulkan bahwa agar setiap
guru mampu menguasai kelas dengan menggunakan berbagai macam pendekatan dengan
menyesuaikan permasalahan yang ada, sehingga tercipta suasana yang kondusif,
efektif dan efisien.
C. PROSES
MANAJEMEN KELAS
Langkah-langkah
kegiatan manajemen kelas adalah penyusunan rangkaian kegiatan yang dilakukan
guru sebagai manajer/pemimpin pembelajaran di kelas adalah :
1. Merencanakan
Pembelajaran
Berkenaan dengan perencanaan,
William H.Newman (Abdul Majid, 2011:15-16) menyatakan, “perencanaan adalah
menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian
putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan,
penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan
kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari”.
Fungsi guru dalam merencanakan pemebelajaran
berorientasi karakteristik siswa yang dapat dilakukan adalah untuk
membangkitkan motivasi belajar siswa secara aktif. Oleh sebab itu perlu
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a.
Merumuskan Tujuan Pembelajaran.
Dalam hal ini, guru dituntut untuk
menguasai dan mengetahui tentang tujuan yang selama ini menjadi acuan dalam
rumusan pencapain tujuan pembelajaran. Berdasarkan taksonomi Bloom (Moh. Uzer
Usman, 1992:29), klasifikasi rumusan tujuan pembelajaran dapat dikelompokan ke
dalam tiga ranah, yaitu :
1)
Ranah kognitif, yang mencakup tujuan yang berhubungan
dengan ingatan (recall), pengetahuan, kemampuan inteketual.
2)
Ranah afektif, yang mencakup tujuan yang berhubungan
dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan, dan minat.
3)
Ranah psikomotor, yang mencakup tujuan yang
berhubungan dengan kemampuan gerak dalam keterampilan.
b. Memilih
Materi Pokok Pembelajaran
Materi pokok yang dibuat berdasarkan
pada pencapaian tujuan pembelajaran. Materi pokok pembelajaran merupakan alat
bahkan sekaligus yang menjadi proses pengalaman bagi siswa selama mengikuti
proses pembelajaran. Dengan kata lain, materi pokok pembelajaran adalah
poko-pokok materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana dalam pencapaian
kompetensi dasar yang disusun berdasarkan indikator hasil belajar.
c. Menentukan
Strategi Pembelajaran
Yaitu, merupakan upaya guru dalam
cara penyampaian materi yang telah dibuat tadi untuk lebih mudah disampaikan
kepada siswa dengan cara seefektif mungkin. Berbagai cara yang dilakukan guru
dalam penyampaian materi ini adalah menggunakan matode yang disesuaikan dengan
kemampuan dan kebutuhan siswa yang menjadi subyek belajar. Roestiyah (1991:1)
berpendapat bahwa “di dalam proses belajar-mengajar, guru harus memiliki strategi,
agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang
diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus
menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar”.
Dalam pernyataan tersebut, guru
harus dapat membuat atau menciptakan strategi pembelajaran dengan menggunakan
metode yang dianggap paling tepat, mudah diterima oleh siswa, sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan.
d. Membuat
Evaluasi/Penilaian
Evaluasi di sini merupakan alat untuk
mengetahui atau mengukur sejauhmana kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
apakah tercapai sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan ataukah tidak. Dalam
proses pembelajaran kegiatan evaluasi sangat perlu dilakukan oleh guru. Moh.
Surya (1985:118) berpendapat, “salah satu kegiatan yang harus dilakukan guru
dalam melaksanakan tugas dan peranannya ialah kegiatan evaluasi”.
Winarno Surakhmad (1986:151) yang
menjadi perhatian dalam pembelajaran “adalah media evaluasi yang ditujukan
untuk menilai sampai dimanakah tujuan pengajaran telah dicapai, baik dari sudut
murid maupun dari sudut guru”. Dalam proses pembelajaran, evaluasi tak dapat
dipisahkan. Evaluasi untuk mengukur dan menilai keberhasilan pencapaian tujuan
pembelajaran yang harus dilakukan terus menerus.
2. Melaksanakan
Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan realiasi kegiatan yang telah
direncanakan atau dipersiapkan sebelumnya. Oleh karena itu dalam pelaksanaan
pembelajaran faktor guru sangat dominan berpengaruh terhadap aktivitas belajar
siswa. Tugas dan tanggung jawab guru dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi:
a.
Kegiatan Awal
Pada kegiatan ini guru mulanya
berhadapan langsung dengan kondisi dan siatuasi yang menjadi tempat kegiatan
dalam pembelajaran. Situasi tempat belajar perlu diatur demi kelancaran belajar
dalam mencapai tujuan yang lebih efektif. Kondisi belajar merupakan sesuatu
yang amat penting dan menentukan keberhasilan belajar anak, (Suharsimi
Arikunto, 1993:183).
1)
Menciptakan Iklim Kelas
Dalam menciptakan kondisi kelas ini
diutamakan guru harus dapat mengorganisir sumber-sumber potensi yang menjadi
bagian dalam proses pembelajaran diantaranya :
a)
Mengabsen dan Mengatur tempat duduk siswa
b)
Mengatur seperangkat materi pembelajaran yang telah
dipersiapkan dengan bentuk catatan-catatan yang lainnya.
c)
Mengatur sarana pembelajaran.
b.
Membuka Pelajaran
Setelah menciptakan iklim kelas
dianggap cukup, selanjutnya membuka materi pelajaran yang akan disajikan. Menurut
Hunt (Suwardi, 2007:130-133) dalam penyajian materi pelajaran meliputi lima tahapan
yang disebut teori ROPES, singkatan dari kata Review, Overview, Presentase,
Exercise, dan Summary. Dari lima tahapan yang dimaksud adalah sebagai
berikut :
1)
Tahap I (Review)
Pada tahap ini guru harus dapat menjajaki kemampuan dan kebutuhan siswa
yang menjadi karakter masing-masing dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Dengan mengetahui karakteristik siswa tujuannya adalah supaya dapat mempermudah
membantu dalam penyajian materi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan
cara review ini:
a) Guru akan
dapat memulai memberikan materi pelajaran dengan metode yang disesuaikan dengan
karakteristik kebutuhan siswa.
b) Guru akan
dapat memulai memberikan materi pelajaran dengan membangkitkan minat dan
motivasi dalam belajar.
c) Guru akan
dapat memulai memberikan materi pelajaran bila siswa telah memahami hubungan
materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
2)
Tahap II : (Overview)
Pada tahap ini guru menyampaikan materi pelajaran yang akan disampaikan.
Dalam penyampaian materi guru menjelaskan teknik atau strategi atau metode yang
akan dilakukan dengan dasar hasil dari penjajakan pada tahap I tadi.
3)
Tahap III (Presentase)
Presentasi
adalah tahap
penyampaian materi pembelajaran. Pada tahap ini, guru menjelaskan materi-materi
pokok dengan metode yang telah disesuaikan tadi. Dalam penyampaian materi ini
guru harus dapat berpegang pada aktivitas belajar siswa secara aktif. Dengan
kata lain guru harus dapat membelajarkan siswa lebih optimal.
4)
Tahap IV (Exercise)
Exercise merupakan
tahap untuk memberikan kesempatan pada siswa melakukan latihan-latihan. Yang
dimaksud dengan latihan di sini yaitu, menerapkan materi dengan melakukan
pertanyaan-pertayaan atau praktek.
5)
Tahap V (Summary)
Summary merupakan tahap akhir dari
kegiatan. Pada tahap ini guru harus dapat menyimpulkan atau meresume dari
materi-materi yang telah dipelajari. Menurut Rosyada (Suwardi, 2007:132-133)
selain dari kelima tahapan tersebut masih diperlukan lagi, yaitu tahap
evaluasi. Menurutnya, evaluasi perlu untuk dilakukan guru pada akhir proses
pembelajaran. Evaluasi digunakan untuk mengetahui efektifitas hasil belajar
siswa, dan menjadi dasar dalam penyusunan rencana pembelajaran berikutnya.
Dari kelima tahapan dalam membuka pelajaran yang dimaksud dapat kita
sederhanakan menjadi tiga tahapan, yaitu :
Tahap I : Pendahuluan
1)
Sebelum menyajikan materi yang akan disampaikan, guru
perlu menjajaki kemampuan dan kebutuhan siswa dari masing-masing karakteristik
dan latar belakang yang berbeda-beda dengan cara melakukan tes awal (free-test),
wawancara, atau tanya jawab.
2)
Menyampaikan informasi tentang maksud dan tujuan
materi yang akan disampaikan atau disajikan.
Tahap II : Kegiatan Inti/pokok
1)
Pada kegiatan inti berdasarkan Pengembangan Pendidikan
Budaya dan Karakter Bangsa (2010) dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Berkarakter menggunakan istilah :
a)
Eksplorasi
(1)
Guru menyampaikan dan menjelaskan materi pokok secara
garis besar dengan penggunaan metode pembelajaran aktif yang telah disesuaikan
dengan karakteristik individu/kelompok.
(2)
Memfasilitasi siswa terjadinya interaksi belajar
dengan media yang telah disesuaikan sebagai eumber belajar.
(3)
Siswa dibelajarkan atau melibatkan siswa mencari
informasi dalam menemukan masalah yang dipelajari melalui materi yang
disajikan.
b)
Elaborasi
(a) Memfasilitasi
siswa melalui pemberian tugas atau latihan, diskusi untuk memunculkan gagasan
baru baik lisan maupun tulisan.
(b) Memberkan
kesempatan pada siswa untuk berpikir dan menganalisi serta menyelesaikan
masalah.Memfasilitasi siswa dalam menyajikan hasil kerja secara individual
ataupun kelompok.
(c) Memfasilitasi
siswa berkompetisi dalam peningkatan kegiatan belajar.
c)
Konfirmasi
(a) Memfasilitasi
siswa memberikan umpan balik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan, dan penemuan
masalah yang mengalami kesulitan dengan definsi atau rumus maupun bahasa yan
baik dan benar.
(b) Memfasilitasi siswa memberikan konfirmasi
terhadap hasil kegiatan dari bahan atau sumber belajar yang telah digunakan.
(c) Membantu masalah-masalah siswa dalam kesulitan
belajar.
(d) Memberikan motivasi belajar atau dorongan
semangat belajar.
Tahap III : Kegiatan Akhir / penutup
1)
Menyimpulkan atau merangkum materi pelajaran yang
telah dipelajari siswa.
2)
Memberikan penguatan perhatian siswa terhadap hal-hal
pokok materi pelajaran, agar informasi yang telah diterima dapat membangkitkan
minat terhadap materi pelajaran selanjutnya.
3)
Memberikan tindak lanjut, baik berupa saran atau
ajakan terhadap rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
c. Mengevaluasi
Pembelajaran
Evaluasi merupakan salah satu komponen penting untuk mengukur keberhasilan
kegiatan yang telah dilaksanakan. Wayan Nurkancana (1986:1) evaluasi, “adalah
suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai darpada sesuatu”.
Berdasarka pengertian ini, evaluasi pembelajaran adalah suatu tindakan untuk
menentukan nilai hasil belajar siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang
telah ditentukan.
D.
STRATEGI
MANAJEMEN KELAS
Strategi pengelolaan kelas adalah pola atau siasat,
yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan
mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar
optimal, aktif, dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai
tujuan pembelajaran.
Untuk mencegah timbulnya tingkah laku-tingkah laku
siswa yang mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar, guru berusaha
mendayagunakan potensi kelas, memfokuskan perhatian kepada peserta didik,
memahami mereka secara individu dan memberi pelayanan-pelayanan tertentu yang
merupakan wujud dukungan dari warga sekolah.
Dengan adanya pengelolan kelas, pembelajaran sebagai
suatu proses memilikistrategi dalam upaya untuk menjadikan pembelajaran yang
efektif.Upaya-upaya yang dilakukan oleh guru merupakan usaha dalam menciptakan
sekaligus memelihara kondisi dansuasana belajar yang kondusif, optimal dan
menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif, sehingga
tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan maksimal. Ragam strategi pengelolaan
kelas meliputi:
1. Penataan
lingkungan belajar
Lingkungan
belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses
pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar, dapat di
klasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan lingkungan sosial. Pengelolaan
lingkungan fisik meliputi penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk,
ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin kesehatan siswa dan
pengaturan penyimpanan barang yang diatur sedemikian rupa sehingga
barang-barang tersebut segera dapat digunakan. Pengelolaan lingkungan sosial
meliputi interaksi guru dansiswa, siswa dengan siswa, dan siswa, guru, serta
lingkungan sekitarnya.
Iklim
kelas yang kondusif merupakan pertimbangan utama dan memberikan daya tarik
tersendiri bagi proses pembelajaran. Iklim belajar kondusif harus ditunjang
oleh beberapa fasilitas yang menyenangkan demi kelancaran proses pembelajaran.
Seperti sarana, penataan kelas, laboratorium untuk praktek, pengaturan
lingkungan belajar, penampilan dan sikap guru, hubungan yang harmonis antara
peserta didik sendiri, serta penataan organisasi dan bahasan pembelajaran
secara tepat sesuai dengan kemampuan peserta didik.
Segala
sesuatu dalam lingkungan kelas menyampaikan pesan yang memacu atau menghambat
belajar.Segala yang dapat kita lihat, biasanya memberi inspirasi untuk
melahirkan pikiran yang orisinil.Demikian juga lingkungan belajar yang tertata
rapih memberi inspirasi berpikir yang cermat dan kekuatan belajar. Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas secara fisik adalah:
a. Penataan
bangku dalam kelas
Dekorasi
interior kelas perlu dirancang yang memungkinkan siswa belajar secara aktif,
yakni menyenangkan dan menantang. Formasi bangku dalam kelas dapat dengan mudah
dipindah-pindah, maka sangat mungkin menggunakan formasi ini sesuai dengan yang
diinginkan.
b. Hiasan
dinding
Dinding
merupakan panjangan pesan yang setiap hari bisa dirubah, diganti sesuai pesan
yang ingin disampaikan.
c. Papan
tulis, kapur tulis, dan lain-lain
Ukurannya
disesuaikan, warnanya harus kontras, penempatannya memperhatikan estetika dan
terjangkau oleh anak didik.
d. Halaman
sekolah
Manajemen
sekolah wajib membuat segalanya hidup, memberi pesan dan membawa kesan.
Kebersihan akan membawa rasa nyaman saat belajar. Guru memeriksa keberhasilan
dan ketertiban kelas dan halaman sekolah.
2. Cara
pengajaran guru (pendidik)
Dalam
rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif, maka guru harus
mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Karena mengajar
adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi, maka
seorang pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif
serta dapat mengaplikasikannya secara fleksibel. Dalam hal ini guru harus mampu
menguasai materi pelajaran, strategi pengajaran, mempunyai keahlian
mengelolakelas, keahlian motivasional, keahlian komunikasi dan dapat bekerja
secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam.
Dalam
meningkatkan pembelajaran yang efektif dalam bentuk dampak instruksional dan
untuk mengarahakan dampak pengiring terhadap hal-hal yang positif, guru harus
mampu menciptakan pembelajaran yang efektif dengan cara pengajaran tertentu.
Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat ditempuh dengan bentuk strategi
pembelajaran berikut ini:
a. Strategi
pembelajaran seluruh kelas yang meliputi
1) Ceramah
adalah memberikan pengetahuan secara verbal dengan cara guru mempresentasikan
yang berfungsi untuk memberikan pengetahuan dasar yang dibutuhkan untuk
aktifitas-aktifitas mendatang, mempresentasikan suatu pengetahuan penting bagi
murid untuk dipelajari.
2) Diskusi,
memfokuskan pada interaksi, yang mana murid sebagai partisipan dipersilahkan
mengekspresikan pengetahuan dan pemahaman serta opini tentang suatu topik.
3) Debat
adalah strategi yang mengehendaki berpikir lebih tingkat tinggi, yang mana
murid mempelajari informasi tentang suatu isyu atau ide dengan mengambil posisi
pro atau kotra. Sehingga siswa harus belajar mendengarkan, memanipulasi
pengetahuan untuk menarik minat, baik kebutuhan-kebutuhan factual maupun
emosional pada audiencenya.
4) Demontrasi
guru merupakan stratgei guru menempatkan peranya untuk memberikan pengetahuan
atau ketrampilan dengan demonstrasi suatu metode. Strategi ini dipilih karena
keterbatasan waktu dan kelangkaan bahan yang diperlukan.
5) Memberikan
pengarahan pengarahan adalah memberikan informasi yang efisien tentng apa,
mengapa, bagaima, dimana, kaan tugas dan aktifitas kelas.
b. Strategi
pembelajaran kelompok kecil meluputi:
1) Pembelajaran
kooperatif adalah formasi kelompok yang “menshare” suatu pembelajaran yang
sama, bekerja independen untuk mencapai suatu penguasaan dan memastikan bahwa
semua anggota kelompok dapat meraih tujuan kelompok secara sukses.
2) Pembelajaran
kolaboratif adalah yang mengehendaki siswa bekerja bersama tetapi hasilnya
lebih terbuka pada umumnya. Responsibilitas individual bagi pembelajaran ini
lebih besae ketimbang dalam situasi kooperatif.
c. Strategi
pembelajaran dengan bekerja berpasangan:
1) Mentor-mentor
murid yaitu membentuk pasangan-pasangan murid dengan ketrampilan yang tak sama,
dengan menempatkan salah satu murid yang sudah siap untuk menjadi tutor tean
pasanganya.
2) Berpasangan
secara random (acak) digunakan dalam suatu basis jangka pendek sebab hanya
berpikir sejnak, untuk memneuhi kebutuhan murid atau memenuhi tuntutan tugas.
d. Strategi
pembelajaran individu
Strategi
dengan bekerja secara independen oleh murid dalam mempelajari ketrampilan atau
pengetahuan dan mempraktikkan serta memastikan tingkat peahamannya. Guru harus
dengan cerdas memilih dan menggunakan metode pembelajaran atau dengan
mengkombinasikan dari beberpa metode yang sesuai dengan kondisi yang ada.
Seorang
guru dalam mengelola kelas harus mampu menciptakan kondisi yang optimal dan
mempertahankan kondisi kelas tetap kondusif ketika tingkah laku peserta didik
menyimpang dan mengganggu proses belajar mengajardengan cara memberikan
pengejaran yang menyenangkan.
3. Pengaturan
perilaku dan pemberian motivasi kepada siswa
Sekolah
sebagai suatu lembaga pendidikan dan lingkungan dimana siswa berinteraksi,
diharapkan mampu membentuk sikap dan perilaku siswa yang baik. Dalam prosesnya,
sering kali muncul perilaku siswa yang menganggu kondisi kelas.Oleh karena itu,
guru dapat menerapkan sistem reward dan punishment. Rewardatau penghargaan
diberikan kepada siswa yang berprestasi atau berperilaku baik, dan punishment
atau sanksi (hukuman) dikenakan terhadap siswa yang melanggar peraturan.
Rewarddan punishmentberfungsi untuk menumbuhkan motivasi siswa.
Motivasi
belajar adalah suatuperubahan tenaga di dalam diri seseorang (pribadi) yang
ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurut
Clayton Motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan
belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar
sebaik mungkin.
Jadi
motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk belajar
dengan senang dan belajar secara sungguh-sungguh, yang pada gilirannya akan
terbentuk cara belajar siswa yang sistematis, penuh konsentrasi dan dapat
menyeleksi kegiatan-kagiatannya.
Seorang
guru seharusnya mempunyai Strategi untuk motivasisiswa-siswa di dalam
pembelajaran.Menurut Catharina ada beberapa strategi motivasi belajar antara
lain sebagai berikut:
a. Membangkitkan
minat belajar
Pengaitan
pembelajaran dengan minat siswa adalah sangat penting dan karena itu
tunjukkanlah bahwa pengatahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi
mereka. Cara lain yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada siswa
tentang materipembelajaran yang akan dipelajari dan cara-cara mempelajarinya.
b. Mendorong
rasa ingin tahu
Guru yang terampil akan mampu
menggunakan cara untuk membangkitkan dan memelilhara rasa ingin tahu siswa
didalam kegiatan pemmbelajaran. Metode pembelajaran studi kasus, diskoveri,
inkuiri, diskusi, curah pendapat, dan sejenisnya merupakan beberapa metode yang
dapat digunakan untuk membangkitkan hasrat ingin tahu siswa.
c. Menggunakan
variasi metode penyajian yang menarik
Motivasi untuk belajar sesuatu dapat
ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang menarik dan juga
penggunaan variasi metode penyajian.
d. Membantu
siswa dalam merumuskan tujuan belajar
Prinsip yang mendasar dari motivasi
adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan
itudirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri dan bukan dirumuskan atau
ditetapkan oleh orang lain. Dalam mengelola kelas, seorang guru harus mampu
menciptakan kondisi yang optimal dan mempertahankan kondisi kelas tetap
kondusif ketika tingkah laku peserta didik menyimpang dan mengganggu proses
belajar mengajar.
Daftar Pustaka
Cece Wijaya, A. Tabrani Rusyan. 1994. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar
Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya
Puput Fathurohman dan M Sobry Sutikno.
2007. Strategi belajar mengajar. Bandung:
PT. Refika Aditama
Sudirman
N, dkk. 1991. Ilmu Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya
Suharsimi Arikunto. 1992. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah
Pendekatan Evaluatif. Jakarta: Rajawali Pers
Sunaryo.
1989. Strategi Belajar MengajarIlmu
Pengetahuan Sosial. Malang : IKIP Malang
Wina Sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana Prenada Media
Terima kasih min, sangat bermanfaat bagi pembaca
BalasHapusBlognya bagus kak
BalasHapusArtikel y ok
BalasHapusartikelnya bagus dan membantu
BalasHapus