TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS (PENGERTIAN DAN BENTUK-BENTUK
DISIPLIN KELAS)

Oleh:
Sintia Sari 1620237
7.6
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M. Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
A.
Pengertian Disiplin Kelas
Disiplin adalah kesadaran untuk
melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan
peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari
siapapun (AsyMas’udi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT
TigaSerangkai, 2000). Sedangkan The Liang Gie (1972) memberikan pengertian
disiplin sebagai berikut Disiplin adalah suatu keadaan tertib di mana
orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada
peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.
Dengan disiplin dimaksudkan sebagai
upaya untuk mengatur perilaku anak dalam mencapai tujuan pendidikan, karena ada
perilaku yang harus dicegah atau dilarang, dan sebaliknya, harus dilakukan.
Pembentukan disiplin pada saat sekarang buakn sekedar menjadikan anak agar
patuh dan taat pada atyran dan tata tertib tanpa alas an sehingga mau menerima
begitu saja, melainkan sebagai usaha mendisiplinkan diri sendiri (self
discipline). Artinya ia berperilaku baik, patuh dan taat pada aturan bukan
karena paksaan dari orang lain atau guru melainkan karena kesadaran dari
dirinya.
Disiplin bukanlah kepatuhan
lahiriah, bukanlah paksaan, bukanlah ketaatan pada otoritas gurunya untuk
menuruti aturan. Disiplin adalah suatu sikap batin, bukan kepatuhan otomatis.
Siswapun bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kelas yang baik. Suasana
kelas yang tidak tegang, ada kebebasan tapi ada pula kerelaan mematuhi
peraturan dan tata tertib sekolah.
Dari beberapa pengertian di atas
dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu
aturan yang dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak
lain atau suatu keadaan di mana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur
dan semestinya serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung
maupun tidak langsung.
B. Bentuk-
Bentuk Disiplin Belajar Siswa
1.
Disiplin siswa dalam menentukan dan menggunakan cara
atau strategi belajar
Keberhasilan siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara belajarnya. Siswa
yang memiliki cara belajar yang efektif memungkinkan untuk mencapai hasil
atau prestasi yang lebih tinggi dari pada siswa yang tidak mempunyai cara
belajar yang efektif.
Untuk belajar secara efektip dan efisien diperlukan kesadaran dan disiplin
tinggi setiap siswa. Belajar secara efektip dan efisien dapat dilakukan oleh
siswa yang berdisiplin. Siswa yang memiliki disiplin dalam belajarnya akan
berusaha mengatur dan menggunakan strategi dan cara belajar yang tepat baginya.
Jadi langkah pertama yang perlu dimiliki agar dapat belajar secara efektip dan
efisien adalah kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa
belajar adalah untuk kepentingan diri sendiri, dilakukan sendiri dan tidak
menggantungkan nasib pada orang lain.
Hal ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan belajar akan lebih berhasil
apabila kita memiliki :
a.
Kesadaran atas tanggung jawab belajar,
b.
Cara belajar yang efisien,
c.
Syarat-syarat yang diperlukan ( Oemar Hamalik,Metoda
Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan Belajar(Bandung: Tarsito,2005)
Selain
memiliki strategi belajar siswa yang tepat, siswa juga perlu memperhatikan
metode atau cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam belajarnya.
Seperti yang kita ketahui belajar bertujuan untuk mendapat pengetahuan, sikap,
kecakapan dan keterampilan. Cara yang demikian itu jika dilakukan dengan penuh
kesadaran dan disiplin tinggi maka akan menjadi suatu kebiasaan, dan kebiasaan
dalam belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar.
Demikianlah
cara-cara belajar yang perlu diperhatikan oleh setiap siswa, karena dengan
memiliki cara belajar yang baik akan membantu siswa dalam mencapai prestasi
yang tinggi, dan cara tersebut dapat dilaksanakan dengan baik secara teratur
setiap hari, apabila siswa memiliki sikap disiplin. Jadi siswa yang pada
dirinya tertanam sikap disiplin akan selalu mencari dan menentukan cara belajar
yang tepat baginya.
2. Disiplin
terhadap pemanfaatan waktu
a.
Cara mengatur waktu belajar
Salah satu masalah yang sering dihadapi
oleh pelajar atau siswa adalah banyak pelajar atau siswa yang mengeluh
kekuragan waktu untuk belajarnya, tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki
keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktu secara efisien. Banyak waktu
yang terbuang-buang disebabkan karna mengobrol omongan-omongan yang tidak
habis-habisnnya. Sikap yang demikian itu harus ditinggalkan oleh siswa karena
yang demikian itu tidak bermanfaat baginya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang
yang berhasil mencapai kesuksesan dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup
teratur dan berdisiplin memanfaatkan waktunya. Dalam ajaran islam disiplin
dalam pemanfaatan waktu sangat dianjurkan, disiplin bukan hanya dalam
pemanfaatan waktu belajar saja, tetapi disiplin perlu juga dilakukan oleh
setiap orang dalam setiap waktu dan kesempatan.
Dalam belajar pemanfaatan waktu secara
baik dan dikerjakan dengan baik dan tepat waktu adalah merupakan hal yang
terpuji. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa penggunaan atau pamanfaatan
waktu dangan baik menumbuhkan disiplin dalam mempergunakan waktu secara
efisien.
b.
Pengelompokan waktu.
Banyak siswa yang belajarnya kurang
dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya karena tidak membagi-bagi
waktunya untuk macam-macam keperluan, oleh karna itu, berbagai segi dan teknik
untuk mengatur pemakaian waktu perlu dipahami sebagai langkah untuk
mengembangkan keterampilan mengelola waktu studi.
c.
Penjatahan waktu belajar.
Setiap siswa perlu mengadakan prinsip
belajar secara taratur.dan untuk belajar secara teratur setiap hari harus
mempunyai rencana kerja. Agar siswa tidak bayak membuang waktu untuk memikirkan
mata pelajaran yang akan dipekajari suatu saat dan apa yang harus
dikerjakannya. Oleh karna itu agar siswa tidak dihinggapi keraguan-keraguan
terhadap apa yang hendak dipelajarinya maka ia harus punya rencana kerja atau
daftar waktu dalam belajar.
Adapun cara
untuk membuat jadwal yang baik adalah sebagai berikut
1)
Memperhitungkan waktu setiap hari untuk
keperlua-keperluan tidur, belajar, makan, mandi, olah raga dan lain-lain.
2)
Menyelidiki dan menentukan waktu-waktu yang tersedia
setiap hari.
3)
Merencanakan peggunaan belajar itu dengan cara
menetapkan jenis-jenis mata pelajaran dan urutan-urutan yang harus dipelajari.
4)
Menyelidiki waktu-waktu mana yang dapat dipergunakan
untuk belajar dengan hasil terbaik.
5)
Berhematlah dengan waktu, setiap siwa janganlah ragu
untuk memulai pekerjaan, termasuk juga belajar.
3. Disiplin
terhadap tugas.
a.
Mengerjakan tugas rumah
Salah satu prinsip belajar adalah ulangan
dan latihan. Sejalan dengan pendapat yang mengatakan bahwa : ”Mengerjakan tugas
dapat berupa pengerjaan tes atau ulangan atau ujian yang diberikan guru, tetapi
juga termasuk membuat atau mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku
ataupun soal-soal buatan sendiri”(Slameto, Belajar Dan Faktor-Fakto yang
Mempengaruhinya(Jakarta: Rineka Cipta,2003)
Berdasarkan pendapat tersebut di atas
maka, tugas itu dapat berupa tes atau ulangan dan juga dapat berupa
latihan-latihan soal atau pekerjaan rumah.jika siswa mempunyai kebiasaan untuk
melatih diri mengerjakan soal-soal latihan serta mengerjakan pekerjaan rumah
dengan disiplin, maka siswa tersebut tidak akan terlalu kesulitan dalam
belajarnya, serta dapat dengan mudah mengerjakan setiap pekerjaan rumah yang
diberikan oleh guru.
a.
Mengerjakan tugas di sekolah
Adapun tugas di sekolah mencakup
mengerjakan latihan-latihan tes atau ulangan harian, ulangan umum ataupun
ujian, baik yang tertulis maupun lisan. Dalam menghadapi tugas-tugas di atas
perlu dilaksanakan langkah-langkah persiapan sebagai berikut :
1)
Hindarilah belajar terlalu banyak pada saat-saat
terahir mengerjakan tes (semua bahan hendaknya sudah siap jauh-jauh
sebelumnya).
2)
Pelajarilah kembali bahan yang sudah pernah didapat
secara teratur sehari atau dua hari sebelumnya.
3)
Buatlah suatu ringkasan atau garis besar tentang bahan
yang sedang dipelajari kembali itu.
4)
Pelajarilah juga latihan soal dan hasil tugas yang
sudah pernah dikerjakan
5)
Peliharalah kondisi kesehatan.
6)
Konsentrasikan seluruh perhatian terhadap tugas yang
akan ditempuh.
7)
Siapkanlah segala alat atau perlengkapan-perlengkapan
yang diperlukan dan jika diperlukan syarat-syarat tertentu, bereskanlah seawal
mungkin.
4. Disiplin
terhadap tata tertib.
Didalam proses balajar mengajar,
disiplin terhadap tata tertib sangat penting untuk diterapkan, karna dalam
suatu sekolah tidak memiliki tata tertib maka proses belajar mengajar tidak
akan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana, Antara peraturan dan tata
tertib merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagai pembentukan
disiplin siswa dalam mentaati peraturan di dalam kelas maupun diluar kelas.
Untuk melakukan disiplin terhadap
tata tertib dengan baik, maka guru bertanggung jawab menyampaikan dan
mengontrol berlakunya peraturan dan tata tertib tersebut. Dalam hal ini staf
sekolah atau guru perlu terjalinnya kerja sama sehingga tercipta disiplin kelas
dan tata tertip kelas yang baik tampa adanya kerja sama tersebut dalam
pembinaan disiplin sekolah maka akan terjadi pelanggaran terhadap peraturan dan
tata tertip sekolah serta terciptanya suasana balajar yang tidak diinginkan.
Dengan demikian untuk terciptanya
disiplin yang harmonis dan terciptanya disiplin dari siswa dalam rangka
pelaksanaan peraturan dan tata tertib dengan baik, maka di dalam suatu lambaga
atau lingkungan sekolah perlu menetapkan sikap disiplin terhadap siswa,
agar tercipta proses belajar mengajar yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Rohani
dan Abu Ahmadi. (1995). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Slameto.2003.
Belajar Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:Rineka Cipta
Syaiful
Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta
Bagaimana cara guru membina suasana kelas yang paling disiplin?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusjika disiplin kelas telah dibentuk, namun siswa masih sulit dalam menjalankannya, bagaimana tanggapan anda?
BalasHapusartikelnya sangat menarik.
BalasHapus