TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
Tahapan penanggulangan disiplin kelas

Oleh:
Sintia Sari 1620237
7.6
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M. Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
A.
Tahapan
penanggulangan disiplin kelas
1. Dimensi
Pencegahan (preventif)
Merupakan
tindakan guru dalam mengatur peserta didik dan peralatan serta format
pembelajaran yang tepat sehingga menumbuhkan kondisi yang menguntungkan bagi
berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Jadi, prosedur
dalam dimensi pencegahan adalah berupa langkah-langkah yang harus direncanakan
guru untuk menciptakan suatu struktur kondisi yang fleksibel baik untuk
jangka pendek maupun jangka panjang. Prosedur tindakan pencegahan ini diarahkan
pada pelayanan perkembangan tuntutan dan kebutuhan peserta diduk secara
individual maupun kelompok yang dapat berupa kegiatan.
Dimensi kuratif
Merupakan tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang yang
sudah terlanjur terjadi penyimpangan agar penyimpangan itu tidak
berlarut-larut. Dalam hal ini guru berusaha untuk menumbuhkan kesadaran
akan penyimpangan yang dibuat dan akhirnya akan menimbulkan kesadaran dan
tanggung jawab untuk memperbaiki diri melaui kegiatan-kegiatan yang
direncanakan dan dapat dipertangjawabkan. Memperhatikan dua dimensi tindakan
dalam manajemen kelas, maka langkah-langkah manajemen kelas bertumpu pada
prosedur dimensi pencegahan dan prosedur dimensi penyembuhan.
a. Prosedur
dimensi pencegahan
Tindakan
pencegahan adalah tindakan yang dilakukan sebelum munculnya tingkah laku yang
menyimpang yang mengganggu kondisi optimal brlangsungnya pembelajaran.
Keberhasilan dalam tindakan pencegahan merupakan salah satu indicator
keberhasilan manajemen kelas. Konsekuensinya adalah guru dalam menentukan
langkah-langkah dalam rangka manajemen kelas harus merupakan langkah yang
efektif dan efisien. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1) Peningkatan kesadaran diri sebagai
guru
Merupakan
langkah yang mendasar dan strategis karena dengan dimilikinya kesadaran ini
akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal
dasar guru dalam melaksanakan tugasnya. Implikasinya adanya kesadaran diri
sebagai guru akan tampak pada sikap guru yang demokratis, sikap yang stabil,
kepribadian yang harmonis, dan berwibawa. Penampakan sikap seperti ini akan
menumbuhkan respond an tanggapan positif dari pesrta didik.
2) Peningkatan pesrta didik
Interaksi
antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran terjadi apabila dua
kesadaran, kesadaran guru dan peserta didik bertemu.untuk meningkatkan
kesadaran peserta didik maka kepada mereka perlu dilaksanakan hal-hal:
memberitahukan akan hak dan kewajiban sebagai peserta didik, memperhatikan
kebutuhan dan keinginan peserta didik, serta rasa keterbukaan antara guru dan
peserta didik.
3) Sikap polos dan tulus guru
Peran
sngat besar dan berpengaruh dalam menciptakan kondisi optimal proses
pembelajaran. Oleh karena itu, guru hendaknya bersikap polos dan tulus terhadap
para pesrta didik. Sikap ini mengandung makna bahwa guru dalam segala
tindakannya tidak boleh berpura-pura bersikap dan bertindak apa adanya. Sikap
hangat dan terbuka mau mendengarkan harapan dan keluhan peserta didik, akrab
dengan guru akan membuka kemungkinan terjadinya interaksi dan komunikasi wajar
antara guru dengan pesrta didik.
4) Mengenal dan menemukan alternative
pengelolaan
Untuk
mengenal dan menemukan alternative pengelolaan langkah ini menuntut guru:
melakukan identifikasi berbagai penyimpangan tingkah laku pesrta didikyang
sifatnya individual maupun kelompok, mengenal berbagi pendekatan dalam
manajemen kelas, dan mempelajari guru-guru lainnya yang gagal atau berhasil
sehingga dirinya memiliki alternative yang bervariasi dalam menangani berbagai
problema manajemen kelas.
5) Menciptakan kontrak social
Penciptaan
kontrak social pada dasarnya berkaitan dengan standar tingkah laku yang
diharapkan seraya memberi gambaran tentang fasilitas beserta keterbatasannya
dalammemenuhi kebutuhan peserta didik. Pemenuhan kebutuhan tersebut sifatnya
individual dan kelompok dan memenuhi kebutuhan serta tuntutan sekolah. Standar
tingkah laku ini di bentuk melalui kontrak social antara sekolah atau guru dan
peserta didik.
b.
Prosedur dimensi penyembuhan (kuratif)
Pada
dasarnya langkah-langkah dimensi penyembuhan antara lain sebagai berikut:
1) Mengidentifikasi masalah
Guru,
pada langkah ini melakukan kegiatan untuk mengenal atau mengetahui
masalah-masalah manajemen kelas yang timbul dalam kelas. Berdasar masalah
tersebut guru mengidentifikasi jenis-jenis penyimpangan sekaligus mengetahui
latar belakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan itu.
2) Menganalisis masalah
Guru,
pada langkah ini berusaha menganalisis penyimpangan peserta didik dan
menyimpulkan latar belakang dan sumber-sumber dari penyimpangan itu. Setelah
diketemukan hal-hal yang berkaitan denganpenyimpangan tersebut guru kemudian
melanjutkan usahanya yaitu menentukan alternatif-alternatif penanggulangan atau
penyembuhan penyimpangan itu.
3) Menilai alternatif-alternatif
pemecahan
Guru,
pada langkah ini adalah menilai dan dan memilih alternative pemecahan masalah
berdasar sejumlah alternative yang telah tersusun. Menentukan alternative mana
yang tepat untuk menaggulangi penyimpangan pserta didik.
4) Mendapatkan balikan
Guru,
pada langkah ini yang didahului dengan langkah monitoring, melakukan kegiatan
kilas balik. Kegiatan kilas balik ini yaitu untuk menilai keampuhan pelaksanaan
dari alternative pemecahan yang dipilih untuk mencapai sasaran yang sesuai
dengan yang direncanakan. Kegiatan kilias balik dapat dilaksanakan dengan
mengadakan pertemuan dengan peserta didik.
Makasih materinya
BalasHapusBagaimana cara guru menaggulangan tahapan perkembangan di kelas?
BalasHapusdalam menganalisis masalah apa yang haus diperhatikan?
BalasHapusartikelnya sangat membantu
BalasHapusapa maksud dari sikap polos dan tulus guru?
BalasHapusapa yang harus diperhatikan guru dalam menganalisis masalah?
BalasHapus