TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
ASPEK, FUNGSI, DAN FAKTOR MANAJEMEN KELAS

Oleh:
Sintia Sari 1620237
7.6
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M. Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
A. Pengertian Manajemen Kelas
Menurut
istilah, Syaiful Bahri Djamarah mendefinisikan manajemen kelas sebagai suatu
upaya memberdayakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung
proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
Selain itu, menurut Jamil Sumprihatiningrum, manajemen kelas
adalah upaya yang dilakukan pendidik untuk mewujudkan atmosfer pembelajaran
yang optimal. Tambahan pula, manajemen kelas merujuk pada penyediaan fasilitas
untuk menunjang kegiatan belajar peserta didik yang berlangsung pada lingkungan
social, emosional, dan intelektual didalam kelas menjadi sebuah lingkungan
belajar yang membelajarkan.
Berdasarkan definisi para ahli diatas, dapat dikemukakan bahwa
manajemen kelas merupakan suatu usaha sengaja yang dilakukan oleh guru dengan
maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga kegiatan
pembelajaran dapat terlaksana seperti yang diharapkan. Dengan kata lain,
manajemen kelas adalah kegiatan untuk mewujudkan dan mempertahankan proses pembelajaran yang optimal.
B. Fungsi Manajemen Kelas
Secara
umum, fungsi manajemen kelas ditinjau dari analisis masalah adalah sebagai
berikut:
1.
Memberi dan melengkapi
fasilitas untuk segala tugas; berarti bahwa aspek manajemen kelas yang
dihadirkan bisa membantu tugas guru untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik.
2.
Memelihara agar
tugas-tugas guru dapat berjalan dengan lancar; ini menunjukkan bahwa aspek
manajemen kelas dapat diklasifikasikan bentuk-bentuk tugas tertentu.
Fungsi diatas dapat
dijabarkan menjadi beberapa tugas yang harus dilakukan guru dalam kegiatan
manajemen kelas, yang meliputi:
1.
Membantu kelompok dalam
membagi tugas
2.
Membantu pembentukan
kelompok
3.
Membantu kerja sama
dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi
4.
Membantu individu agar
dapat bekerja sama dalam kelompok atau kelas
5.
Membantu prosedur kerja
6.
Mengubah kondisi kelas
Dengan demikian, manajemen kelas pada akhirnya bermuara pada
pengaturan peserta didik, dan produk-produk yang dihasilkan dalam manajemen kelas
harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
C. ASPEK MANAJEMEN KELAS
Adapun
aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas,
pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif.
Menurut Oemar Hamalik ada & aspek yang memiliki fungsi
berbeda dalam proses belajar mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan bulat,
yaitu:
1.
Aspek tujuan
instruksional
2.
Aspek materi pelajaran
3.
Aspek metode dan
strategi pembelajaran
4.
Aspek ketenagaan,
meliputi aspek siswa, waktu, tempat, perlengkapan
5.
Aspek media
instruksional
6.
Aspek penilaian
7.
Aspek penunjang
fasilitas
Menurut Lois V. Johnson dan May Bany mengemukakan aspek-aspek
yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas:
1.
Sifat-sifat kelas
2.
Kekuatan pendorong
kekuatan kelas
3.
Memahami situasi kelas
4.
Mendiagnosis situasi
kelas
5.
Bertindak selektif
6.
Bertindak kreatif
D. Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Pengelolaan Kelas
Masalah pembelajaran merupakan masalah yang cukup kompleks. Guru merupakan
komponen pembelajaran yang memegang peranan penting karena keberhasilan
pembelajaran sangat ditentukan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai
penyampai materi kepada siswa. Pembelajaran akan berhasiljika interaksi
pembelajaran guru terhadap siswa lancar.Ketidaklancaran pembelajaranakan membawa akibat terhadap pesan yang
diberikan guru. Adakalanya pesan tersebut berhasil disampaikan dan terkadang
mengalami hambatan. Hambatan dalam proses pembelajaran misalnya: (1) tidak ada respon dari murid; (2) perhatian
murid yang bercabang; (3) kekacauan
penafsiran antara guru dan murid; (4) kurang perhatian murid karena guru sangat monoton; (5) verbalisme, guru hanya berkata-kata, sedang murid dalam kondisi yang pasif; dan (6) keadaan lingkungan fisik yang sangat mengganggu.
Guru hendaknya dapat mengelola kondisi kelas secara baik untuk
mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi
selama proses pembelajaran. proses pembelajaran yang terjadi dalam kelas perlu
dipertimbangkan, direncanakan dan dikelola dengan baik dalam usaha meningkatkan
keberhasilan proses belajar-mengajar.
Untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan maka perlu diketahui
faktor-faktor apa yang dapat mendukung dan menghambat pencapaian tujuan yang
diinginkan. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang turut mempengaruhi manajemen
kelas kiranya sangat penting untuk diketahui sebagai bekal kelak dalam
menyukseskan pendidikan pada utamanya dan keberhasilan proses pembelajar
khususnya. Beberapa faktor yang mempenaruhi perwujudan manajemen kelas, antara
lain sebagai berikut:
1.
Faktor Dinamika Kelas
Lingkungan fisik tempat
belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan
fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya
intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap
pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a. Ruangan tempat
berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa,
tidak berdesak-desakan dan saling mengganggu antara siswa yang satu dengan
lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar.Besarnya ruangan kelas tergantung
pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan.Jika ruangan itu
mempengaruhi hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan.
Syarat-syarat kelas yang baik adalah :
1)
Rapi,
bersih, sehat dan tidak lembab
2)
Cukup cahaya
dan sirkulasi udara
3)
Sirkulasi udara cukup
4)
Perabot
dalam keadaan baik, cukup jumlahnya, dan ditata dengan rapi
5)
Jumlah siswa
tidak lebih dari 40 orang
6)
Ukuran ruang
kelas 8m x 7m
7)
Dapat
memberikan keleluasaan gerak, komunikasi pandangan dan pendengaran
8)
Pengaturan perabot
agar memungkinkan guru dan siswa dapat bergerak leluasa
9)
Daun jendela
tidak mengganggu lalu lintas. Terdapat
beberapa syarat yang perlu diupayakan agar kelas nyaman dan menyenangkan :
a)
Penataan
ruang kelas
b)
Perlengkapan
kelas
c)
Perlengkapan
yang harus ada dan diperlukan di kelas meliputi : papan tulis dan penghapusnya,
meja dan kursi guru, meja dan kursi siswa, almari kelas, jadwal pelajaran,
papan absensi, daftar piket kelas, kalender pendidikan, gambar presiden dan
wakil presiden serta lambang Garuda Pancasila, tempat cuci tangan dan lap
tangan, tempat sampah, sapu lidi, sapu ijuk dan sulak, gambar-gambar lain /
alat peraga dan kapur atau spidol.
d)
Ruang
laboraturium
b. Pengaturan tempat duduk
Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya
tatap muka, dengan demikian guru dapat mengaontrol tingkah laku siswa.
Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
1)
Pola
berderet / berbaris-berjajar
Tipe pengaturan tempat duduk seperti ini cocok untuk pengajaran formal. Semua
siswa duduk dalam deretan lurus dengan siswa yang tertinggi duduk dibelakang
dan yang pendek duduk di depan. Tempat duduk seperti ini memudahkan para siswa
/ guru bergerak dari deetan satu kederetan yang lain. Namun, terdapat
kelemahan-kelemahan yaitu ; mengurangi keleluasaan siswa belajar siswa. Posisi
guru membuat dirinya mempunyai otoritas mutlak dan memberikan pengaruh langsung
yang besar pada siswa.Akhirnya siswa menjadi terlalu tergantung, tidak ada
kegiatan kerja kelompok yang dapat dilakukan, dan komunikasi antarsiswa menjadi
terbatas.
2)
Pola susunan
berkelompok
Pola ini memungkinkan siswa dapat berkomunikasi dengan mudah satu sama
laindan dapat berpindah dari kelompok satu ke kelompok lain. Otoritas guru
berperan dalam posisi desentralisasi, guru hanya memberikan bimbingan pada
siswa.
3)
Pola formasi
tapal kuda
Pola ini menempatkan posisi guru berada di tengah-tengah para
siswanya.Pengaturan formasi ini memberikan kemudahan pada siswa untuk saling
berkomunikasi dan berkonsultasi.Pola tapal kuda biasa dipakai jika pelajaran
banyak memerlukan diskusi antarsiswa atau dengan guru.
4)
Pola
lingkaran atau persegi
Dalam pola lingkaran atau persegi biasanya tidak ada pemimpin kelompok.Bla
ada yang harus direkam atau dicatat, bentuk pola inilah yang tepat.Seandainya
ada suau kegiatan / alat yang harus ditunjukkan / diperagakan, kegiatan atau
alat itu dapat diletakkan di tengah-tengah sehingga mudah dilihat dan
dikomentari oleh siswa.
5)
Ventilasi dan pengaturan cahaya
Suhu, ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena
sudah ada) adalah asset penting untuk terciptanya suasana belajar yang
nyaman.Oleh karena itu ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.
2.
Faktor
gedung dan sarana kelas
Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan
dengan jumlah dan luas setiap ruangan, letak, dan dekorasinya yang harus
disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan.Akan tetapi karena kurikulum
selalu dapat berubah, sedang ruangan atau gedung bersifat permanen maka
diperlukan kreativitas dalam mengatur pendayagunaan ruang/gedung yang tersedia
berdasarkan kurikulu yang dipergunakan.Dalam konteks ini, kepandaian guru dalam
pengelolaan kelas sangat dibutuhkan.
3.
Faktor Guru atau Pengajar
Guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang
bertanggungjawab dalam membantu anak mencapai kedewasaan masing-masing. Guru
bukan hanya berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi atau pengetahuan
tertentu, akan tetapi dalam keanggotaan masyarakat yang harus aktif dan berjiwa
bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya untuk menjadi
anggota masyarakat. Guru juga harus bisa menciptakan suasana dalam kelas agar
terjadi interaksi pembelajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan
baik dan bersungguh-sungguh.
4.
Faktor murid
Murid merupakan unsur kelas
yang memiliki perasaan kebersamaan (sense
of colective) merupakan kondisi yang penting dalam menciptakan kelas
dinamis.Oleh karena itu, murid harus memiliki perasaan diterima (sense of membershif) terhadap kelasnya
agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Perasaan ini yang akan menumbuhkan
rasa tanggungjawab (sense of respsibility)
terhadap kelasnya. Sikap demikian dapat tumbuh dengan baik apabila dilakukan
tindakan-tindakan pengelolaan kelas sebagai berikut:
a. Melibatkan murid dalam proses perencanaan dan pelaksanaan tindakan kelas,
guru hanya memberi petunjuk dan bimbingan agar kegiatan pembelajaran sejalan
dengan kurikulum.
b. Memberi kesempatan murid dalam pembagian tugas-tugas untuk kepentingan
kelas.
c. Apabila guru atau wali kelas berhalangan, membagi dan menyerahkan
kepercayaan berupa tanggungjawab mengatur rumah tangga serta disiplin kelas
diantara murid.
d. Memotivasi murid agar selalu bersedia mengatur kelasnya secara rutin,
misalkan dalam hal membersihkan kelas.
e. Mengembangkan kesediaan bekerjasama dalam setiap kegiatan.
f. Menyusun bersama dengan murid tata tertib dan disiplin kelas serta
membentuk kepengurusan kelas yang bekerja sama selama satu tahun ajaran.
g. Mendorong murid agar senantiasa ikut memikirkan kegiatan kelas dan berani
mengusulkannya untuk dilakukan bersama didalam atau diluar kelas.
Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh guru untuk menumbuhkan sikap murid seperti diatas karena berpengaruh dalam pengelolaan murid sebagai anggota kelas. Secara umum faktor tersebut digolongkan menjadi dua yaitu faktor intern dan
faktor ektern.
Faktor intern siswa berkaitan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa yang unik menyebabkan siswa berbeda dari berbagai aspek
yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis. Sedangkan faktor ekstern siswa terkait dengan pengelolaan suasana
lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokkan kelas dan jumlah siswa di
kelas.
Daftar Pustaka
Maman
Rahman. 1999. Manajemen Kelas, Proyek
Pendidikan Guru dan Sekolah. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
Raka
Joni, dkk. 1996. Pengelolaan Kelas,
Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan. Jakarta:
Dirjen Dikti Depdikbud.
Makasih artikel y
BalasHapusartikelnya sangat membantu
BalasHapusterimakasi artikelnya
BalasHapus