Minggu, 18 Agustus 2019

aspek, fungsi, faktor manajemen kelas


TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
ASPEK, FUNGSI, DAN FAKTOR MANAJEMEN KELAS

Description: Description: wps_clip_image-7506

Oleh:
Sintia Sari      1620237
7.6


Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M. Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019


A.    Pengertian Manajemen Kelas
      Menurut istilah, Syaiful Bahri Djamarah mendefinisikan manajemen kelas sebagai suatu upaya memberdayakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
      Selain itu, menurut Jamil Sumprihatiningrum, manajemen kelas adalah upaya yang dilakukan pendidik untuk mewujudkan atmosfer pembelajaran yang optimal. Tambahan pula, manajemen kelas merujuk pada penyediaan fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar peserta didik yang berlangsung pada lingkungan social, emosional, dan intelektual didalam kelas menjadi sebuah lingkungan belajar yang membelajarkan.
      Berdasarkan definisi para ahli diatas, dapat dikemukakan bahwa manajemen kelas merupakan suatu usaha sengaja yang dilakukan oleh guru dengan maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga kegiatan pembelajaran dapat terlaksana seperti yang diharapkan. Dengan kata lain, manajemen kelas adalah kegiatan untuk mewujudkan dan mempertahankan proses pembelajaran yang optimal.

B.     Fungsi Manajemen Kelas
      Secara umum, fungsi manajemen kelas ditinjau dari analisis masalah adalah sebagai berikut:
1.      Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala tugas; berarti bahwa aspek manajemen kelas yang dihadirkan bisa membantu tugas guru untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik.
2.      Memelihara agar  tugas-tugas guru dapat berjalan dengan lancar; ini menunjukkan bahwa aspek manajemen kelas dapat diklasifikasikan bentuk-bentuk tugas tertentu.
    
      Fungsi diatas dapat dijabarkan menjadi beberapa tugas yang harus dilakukan guru dalam kegiatan manajemen kelas, yang meliputi:
1.      Membantu kelompok dalam membagi tugas
2.      Membantu pembentukan kelompok
3.      Membantu kerja sama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi
4.      Membantu individu agar dapat bekerja sama dalam kelompok atau kelas
5.      Membantu prosedur kerja
6.      Mengubah kondisi kelas
      Dengan demikian, manajemen kelas pada akhirnya bermuara pada pengaturan peserta didik, dan produk-produk yang dihasilkan dalam manajemen kelas harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.

C.    ASPEK MANAJEMEN KELAS
      Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif.
      Menurut Oemar Hamalik ada & aspek yang memiliki fungsi berbeda dalam proses belajar mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan bulat, yaitu:
1.      Aspek tujuan instruksional
2.      Aspek materi pelajaran
3.      Aspek metode dan strategi pembelajaran
4.      Aspek ketenagaan, meliputi aspek siswa, waktu, tempat, perlengkapan
5.      Aspek media instruksional
6.      Aspek penilaian
7.      Aspek penunjang fasilitas

      Menurut Lois V. Johnson dan May Bany mengemukakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas:
1.      Sifat-sifat kelas
2.      Kekuatan pendorong kekuatan kelas
3.      Memahami situasi kelas
4.      Mendiagnosis situasi kelas
5.      Bertindak selektif
6.      Bertindak kreatif

D.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Kelas
      Masalah pembelajaran merupakan masalah yang cukup kompleks. Guru merupakan komponen pembelajaran yang memegang peranan penting karena keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyampai materi kepada siswa. Pembelajaran akan berhasiljika interaksi pembelajaran guru terhadap siswa lancar.Ketidaklancaran pembelajaranakan membawa akibat terhadap pesan yang diberikan guru. Adakalanya pesan tersebut berhasil disampaikan dan terkadang mengalami hambatan. Hambatan dalam proses pembelajaran misalnya: (1) tidak ada respon dari murid; (2) perhatian murid yang bercabang; (3) kekacauan penafsiran antara guru dan murid; (4) kurang perhatian murid karena guru sangat monoton; (5) verbalisme, guru hanya berkata-kata, sedang murid dalam kondisi yang pasif; dan (6) keadaan lingkungan fisik yang sangat mengganggu.
      Guru hendaknya dapat mengelola kondisi kelas secara baik untuk mengatasi  hambatan-hambatan yang terjadi selama proses pembelajaran. proses pembelajaran yang terjadi dalam kelas perlu dipertimbangkan, direncanakan dan dikelola dengan baik dalam usaha meningkatkan keberhasilan proses belajar-mengajar.
      Untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan maka perlu diketahui faktor-faktor apa yang dapat mendukung dan menghambat pencapaian tujuan yang diinginkan. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang turut mempengaruhi manajemen kelas kiranya sangat penting untuk diketahui sebagai bekal kelak dalam menyukseskan pendidikan pada utamanya dan keberhasilan proses pembelajar khususnya. Beberapa faktor yang mempenaruhi perwujudan manajemen kelas, antara lain sebagai berikut:
1.      Faktor Dinamika Kelas
      Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a.       Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
            Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan dan saling mengganggu antara siswa yang satu dengan lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar.Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan.Jika ruangan itu mempengaruhi hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan.
            Syarat-syarat kelas yang baik adalah :
1)      Rapi, bersih, sehat dan tidak lembab
2)      Cukup cahaya dan sirkulasi udara
3)       Sirkulasi udara cukup
4)      Perabot dalam keadaan baik, cukup jumlahnya, dan ditata dengan rapi
5)      Jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang
6)      Ukuran ruang kelas 8m x 7m
7)      Dapat memberikan keleluasaan gerak, komunikasi pandangan dan pendengaran
8)      Pengaturan perabot agar memungkinkan guru dan siswa dapat bergerak leluasa
9)      Daun jendela tidak mengganggu lalu lintas. Terdapat beberapa syarat yang perlu diupayakan agar kelas nyaman dan menyenangkan :
a)      Penataan ruang kelas
b)      Perlengkapan kelas
c)      Perlengkapan yang harus ada dan diperlukan di kelas meliputi : papan tulis dan penghapusnya, meja dan kursi guru, meja dan kursi siswa, almari kelas, jadwal pelajaran, papan absensi, daftar piket kelas, kalender pendidikan, gambar presiden dan wakil presiden serta lambang Garuda Pancasila, tempat cuci tangan dan lap tangan, tempat sampah, sapu lidi, sapu ijuk dan sulak, gambar-gambar lain / alat peraga dan kapur atau spidol.
d)     Ruang laboraturium
b.      Pengaturan tempat duduk
            Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengaontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
1)      Pola berderet / berbaris-berjajar
      Tipe pengaturan tempat duduk seperti ini cocok untuk pengajaran formal. Semua siswa duduk dalam deretan lurus dengan siswa yang tertinggi duduk dibelakang dan yang pendek duduk di depan. Tempat duduk seperti ini memudahkan para siswa / guru bergerak dari deetan satu kederetan yang lain. Namun, terdapat kelemahan-kelemahan yaitu ; mengurangi keleluasaan siswa belajar siswa. Posisi guru membuat dirinya mempunyai otoritas mutlak dan memberikan pengaruh langsung yang besar pada siswa.Akhirnya siswa menjadi terlalu tergantung, tidak ada kegiatan kerja kelompok yang dapat dilakukan, dan komunikasi antarsiswa menjadi terbatas.
2)      Pola susunan berkelompok
      Pola ini memungkinkan siswa dapat berkomunikasi dengan mudah satu sama laindan dapat berpindah dari kelompok satu ke kelompok lain. Otoritas guru berperan dalam posisi desentralisasi, guru hanya memberikan bimbingan pada siswa.
3)      Pola formasi tapal kuda
      Pola ini menempatkan posisi guru berada di tengah-tengah para siswanya.Pengaturan formasi ini memberikan kemudahan pada siswa untuk saling berkomunikasi dan berkonsultasi.Pola tapal kuda biasa dipakai jika pelajaran banyak memerlukan diskusi antarsiswa atau dengan guru.
4)      Pola lingkaran atau persegi
      Dalam pola lingkaran atau persegi biasanya tidak ada pemimpin kelompok.Bla ada yang harus direkam atau dicatat, bentuk pola inilah yang tepat.Seandainya ada suau kegiatan / alat yang harus ditunjukkan / diperagakan, kegiatan atau alat itu dapat diletakkan di tengah-tengah sehingga mudah dilihat dan dikomentari oleh siswa.
5)      Ventilasi dan pengaturan cahaya
      Suhu, ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada) adalah asset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman.Oleh karena itu ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.

2.      Faktor gedung dan sarana kelas
      Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan, letak, dan dekorasinya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan.Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah, sedang ruangan atau gedung bersifat permanen maka diperlukan kreativitas dalam mengatur pendayagunaan ruang/gedung yang tersedia berdasarkan kurikulu yang dipergunakan.Dalam konteks ini, kepandaian guru dalam pengelolaan kelas sangat dibutuhkan.
3.      Faktor Guru atau Pengajar
      Guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang bertanggungjawab dalam membantu anak mencapai kedewasaan masing-masing. Guru bukan hanya berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi atau pengetahuan tertentu, akan tetapi dalam keanggotaan masyarakat yang harus aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya untuk menjadi anggota masyarakat. Guru juga harus bisa menciptakan suasana dalam kelas agar terjadi interaksi pembelajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan bersungguh-sungguh.
4.      Faktor murid
      Murid merupakan unsur kelas yang memiliki perasaan kebersamaan (sense of colective) merupakan kondisi yang penting dalam menciptakan kelas dinamis.Oleh karena itu, murid harus memiliki perasaan diterima (sense of membershif) terhadap kelasnya agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Perasaan ini yang akan menumbuhkan rasa tanggungjawab (sense of respsibility) terhadap kelasnya. Sikap demikian dapat tumbuh dengan baik apabila dilakukan tindakan-tindakan pengelolaan kelas sebagai berikut:
a.       Melibatkan murid dalam proses perencanaan dan pelaksanaan tindakan kelas, guru hanya memberi petunjuk dan bimbingan agar kegiatan pembelajaran sejalan dengan kurikulum.
b.      Memberi kesempatan murid dalam pembagian tugas-tugas untuk kepentingan kelas.
c.       Apabila guru atau wali kelas berhalangan, membagi dan menyerahkan kepercayaan berupa tanggungjawab mengatur rumah tangga serta disiplin kelas diantara murid.
d.      Memotivasi murid agar selalu bersedia mengatur kelasnya secara rutin, misalkan dalam hal membersihkan kelas.
e.       Mengembangkan kesediaan bekerjasama dalam setiap kegiatan.
f.       Menyusun bersama dengan murid tata tertib dan disiplin kelas serta membentuk kepengurusan kelas yang bekerja sama selama satu tahun ajaran.
g.      Mendorong murid agar senantiasa ikut memikirkan kegiatan kelas dan berani mengusulkannya untuk dilakukan bersama didalam atau diluar kelas.

            Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh guru untuk menumbuhkan sikap murid seperti diatas karena berpengaruh dalam pengelolaan murid sebagai anggota kelas. Secara umum faktor tersebut digolongkan menjadi dua yaitu faktor intern dan faktor ektern.
            Faktor intern siswa berkaitan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa yang unik menyebabkan siswa berbeda dari berbagai aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis. Sedangkan faktor ekstern siswa terkait dengan pengelolaan suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokkan kelas dan jumlah siswa di kelas.








Daftar Pustaka

Maman Rahman. 1999. Manajemen Kelas, Proyek Pendidikan Guru dan Sekolah. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
Raka Joni, dkk. 1996. Pengelolaan Kelas, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.




3 komentar:

membina hubungan sekolah dengan masyarakat dalam melaksanakan disiplin kelas

TUGAS MANAJEMEN KELAS di SD Tentang Membina Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat Dalam Melaksanakan Disiplin Sekolah Oleh: ...